Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Pasca Lebaran, Kenaikan Harga Bahan Makanan Picu Inflasi Hingga 0,05 Persen

Kepala BPS Sulteng, Ir.Faizal Anwar,MT saat merilis data strategis BPS, di Aula kantor BPS Sulteng.(foto :Nila)

PALU portalsulawesi.id – Kenaika harga bahan makanan dan makanan jadi menjadi penyumbang terbesar terhadap inflasi di Kota Palu. Seperti yang tercatat didata BPS Sulteng menyebutkan pada Juli 2017, Kota Palu mengalami inflasi sebesar 0,05 persen.

 Kepala BPS Sulteng, Ir.Faizal Anwar,MT mengatakan kenaikan inflasi sebesar 0,05 persen dipengaruhi oleh adanya peningkatan dibeberapa kelompok pengeluaran terutama pada kelompok bahan makanan sebesar 2,60 persen diikuti kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,27 persen, kelompok sandang 0,12 persen serta kelompok kesehatan 0,07 persen.

 Sementara pada kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan mengalami penurunan indeks sebesar 2,17 persen, Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 1,76 persen dan kelompok perumahan,air,listrik,gas dan bahan bakar sebesar 0,10 persen.

 “Jadi ada 4 kelompok pengeluaran yang mengalami peningkatan indeks dan 3 kelompok mengalami penurunan indeks,” Ungkap Wahyu Kepala Bidang Statistik Distribusi Moh. Wahyu Yulianto, S.Si.,SST,M.Si.

 Peningkatan indeks pada kelompok pengeluaran khususnya kelompok bahan makanan dipicu oleh kenaikan harga pada 5 komoditas yakni bawang merah memberikan kontribusi terhadap inflasi sebesar 0,16 persen, ikan ekor kuning sebesar 0,14 persen, tomat buah 0,10 persen, ikan layang 0,08 persen dan ikan cakalang 0,05 persen.

Sementara penurunan harga pada komoditas tarif angkutan udara dan biaya pendidikan memberikan sumbangsih terbesar terhadap deflasi di Kota Palu. Dari 82 kota pantauan IHK nasional, sebanyak 59 kota mengalami inflasi sementara 23 kota lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Bau-Bau sebesar 2,44 persen, sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Merauke sebesar 1,50 persen.

 “Kota Palu mengalami inflasi sebesar 0,05 persen, menempati urutan ke-16 inflasi tertinggi di Kawasan Sulampua dan ke-56 secara nasional,” paparnya. Laju inflasi tahun kalender sampai dengan Juli 2017 sebesar 3,99 persen, sedangkan inflasi year on year (Juli 2017 terhadap Juli 2016) di Kota Palu adalah sebesar 4,87 persen.***

Reporter : N I L A W A T Y

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *