Matra, portalsulawesi.id- Bupati Mamuju Utara (Matra), Sulawesi Barat H Agus Ambo Djiwa, begitu geram sehingga angkat bicara terkait polemik mobil jabatan atau mobil dinas (Mobnas) jenis Alphart, notabene mobil seharga Rp 1 M lebih tiap unit yang menuai sorotan publik.
Bupati Agus, orang nomor satu di Lingkup Pemda Matra tidak tanggung-tanggung sebut Anggota DPRD (Anleg) Matra, yang menyoroti pengadaan Mobnas jenis Alphart itu di media cetak maupun media online begitu bodoh dan tidak tahu aturan.
“Ketika anggota DPRD bikin polemik, ya, itu aneh. Sebab mereka sendiri yang mengesahkan menjadi Perda terkait pengadaan Mobnas Alphart itu,”tegas Agus, saat ditemui awak media,diruang kerjanya, Kamis (13/7/2017).
Ketika disinggung terkait komentar salah satu Anggota DPRD Matra di beberapa media, mengakui tak tahu-menahu pembahasan Mobnas Alphart. Bahkan terkesan jadi pelengkap di Lembaga parlemen itu.
Agus tak lain adalah Ketua Umum PDI-P Propinsi Sulawesi Barat ini, begitu menyayangkan statemen Anggota DPRD seperti itu.
Dia meminta wakil rakyat kiranya objektif dalam memberikan pandangan, dan tidak menuai polemik ditengah masyarakat.

“Kok bisa DPRD ngakunya jadi pelengkap. Ingat kalian itu dipilih rakyat, dan tak boleh ada jadi pelengkap semata,”ungkapnya.
Menurut ia, Mobnas Alphart ini diperuntukkan demi kebutuhan umum. Olehnya ketika ada tamu dari pusat yang berkunjung di Matra, maka Mobnas itu tersedia dan siap dipergunakan.
“Alphart ini pun tidak tergolong mewah, harganya tidak sekelas Alphart Exlusive. Jadi Alphart ini biasa saja dan cuma standar juga,”jelasnya.
Terkait soal infrastruktur, yang selalu dikaitkan dengan pengadaan Mobnas Alphart itu. Bupati Agus menjelaskan, hampir semua jalan yang menghubungkan desa, Kecamatan,dan Kabupaten, selalu dialokasikan anggaran tiap tahun berjalan.
Melalui kesempatan ini, kata dia, alokasi dana pengaspalan jalan tiap tahun mencapai Rp 600 Miliar. Olehnya terkait barometer pembangunan, baik jalan maupun jembatan, semua kian membaik dan transportasi semakin lancar.
“Jika ada yang berpolemik ya terserah. Intinya kita daerah baru, umurnya baru 14 tahun dan mulai dari nol. Kalau mau bicara sempurna ya tidak mungkin,”pungkasnya.
Reporter: Firmansyah








