Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Ikatan Alumni Universitas Indonesia Wilayah Sulteng Santuni Panti Asuhan

Ketua ILUNI UI Sulteng H. Longky Djanggola memberi santunan secara symbolis kepada imam masjid Panti Asuhan Al Jabbaru Palu pada kamis (22/6) malam Tadi. (FOTO.HAMID)

Palu,portalsulawesi.id -Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) wilayah Sulteng menggelar acara penyerahan santunan kepada 39 anak yatim dipanti asuhan Aljabbaru jalan Lagarutu Palu pada selasa (21/6) malam tadi

Kegiatan yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama itu dilanjutkan dengan pelaksanaan shalat magrib berjamaah dan bertindak selaku imam yakni ketua ILUNI UI Sulteng yang juga adalah Gubernur Sulteng Drs.H.Longky Djanggola,M.Si

Gubernur Sulteng Longky Djanggola bertindak selaku imam shalat magrib di masjid Panti Asuhan Al Jabbaru Palu,pada kamis (22/6)

Dalam sambutannya ketua ILUNI Sulteng H.Longky Djanggola mengapresiasi kinerja penyelengara Panti Asuhan (PA) Aljabbaru yang telah Ikhlas,tulus dan serius mengelola panti asuhan itu secara baik.

” saya barusan ini kesini dan ternyata PA ini juga dikelola dengan sangat baik, atas nama pemerintah saya bangga dan berterima kasih pada penyelenggara panti ini, bahkan kabarnya dari PA ini sebagian anak asuhnya telah berhasil menyelesaikan sekolahnya bahkan diantaranya ada yang telah menjadi Dosen,ini luar biasa”tuturnya

Longky mengharapkan agar anak panti harus sadar benar dengan kehidupan mereka yang hidup dari sentuhan dan bantuan masyarakat sehingga dirinya meminta agar para anak panti dapat memanfaatkan hal itu dengan sebaik baik nya khususnya pada  persoalan pendidikan.

” kepada anak panti yang masih sekolah, saya berharap bersekolahlah sampai selesai, manfaatkanlah sentuhan dari masyarakat untuk hal itu “bebernya

Lebih lanjut Longky menambahkan bahwa sejauh ini masyarakat masih sangat peduli terhadap keberadaan panti asuhan sehingga kita harus menjaga kepercayaan itu sesuai harapan masyarakat

” terus terang, maaf, banyak juga panti asuhan yang saya tahu, saya lihat,dan dengar ada dimana mana tapi tidak dikelola secara profesional dan baik bahkan ada kecenderungan negatif, misalnya dengan mengeksploitasi anak anak yang dijadikan sebagai peminta minta bahkan dijadikan alat untuk menjual dan sebagainya yang semua hanya berbungkus untuk kepentingan pengurus pantinya saja “ .sebutnya

Bahkan longky juga mengaku pihaknya pernah melakukan survey terkait hal itu terhadap beberapa panti asuhan yang memiliki nama yang cukup bagus namun ternyata tidak memiliki anak panti didalamnya

” jadi ada panti yang seperti itu ketika kita mau kunjungi barulah pengurusnya sibuk menjemput anak anak entah dari mana, akhirnya ketahuan bahwa panti itu hanya jadi alasan untuk mendapatkan bantuan saja” tegasnya.

Sementara Juru bicara ILUNI UI wilayah Sulteng Mohammad Darlis menuturkan bahwa pelaksanaan pemberian santunan kepada Panti asuhan itu telah menjadi agenda yang direncanakan pada awal ramadhan namun karena kesibukan para alumni sehingga baru terkaksana

 ” bentuk santunan yang diberikan berupa alat kelengkapan untuk shalat seperti sarung, kopiah serta takjil dan makanan untuk berbuka,selain itu secara khusus ketua ILUNI UI Sulteng memberikan dana kepada penyelengara sebesar Rp.5juta berupa bantuan dana atas nama pribadi beliau.tutup darlis.***

 Reporter  : HAMID

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *