Palu, portalsulawesi.id – Operasi Ramadniya Tinombal 2017 resmi di Mulai, Upacara Apel Gelar pasukan di laksanakan di halaman Mapolda Sulawesi Tengah. Gubernur Sulawesi Tengah Drs.H.Longky Djanggola,M.Si memimpin Langsung Kegiatan tersebut sekaligus menyematkan Pita kepada Perwakilan dari Unsur Polri,TNI dan Dinas Perhubungan sebagai Tanda Simbolis dimulainya Operasi Ramadniya Tinombala 2017.
Dalam Apel Gelar Pasukan tersebut,Gubernur Sulawesi Tengah membacakan Amanat kapolri yang isinya mengatakan apel gelar pasukan ini merupakan wujud kesiapan Polri dalam menghadapi kegiatan pengamanan hari raya Idul Fitri 1438 Hijriah, serta sebagai sarana untuk konsolidasi dan pengecekkan personil beserta kelengkapan Sarpras, sebelum menghadapi tugas pengamanan dilapangan.

“Rencana operasi dan seperangkat cara bertindak yang telah dipersiapkan, diharapkan dapat dilaksanakan secara sinergis oleh seluruh unsur pengamanan yang terlibat, sehingga masyarakat dapat merayakan hari raya Idul Fitri dengan aman, nyaman, lancar dan dipenuhi dengan rasa kebersamaan,” ujar Gubernur Sulteng.
Apel Gelar Pasukan ini dihadiri beberapa Unsur diantaranya Personil Polda Sulteng dan Brimobda Polda Sulteng,TNI,Polisi Militer Palu,Satuan Polisi Pamong Praja Propinsi Sulawesi tengah,Dishub Propinsi Sulteng,Jasa Raharja Propinsi Sulteng serta Senkom Polri.
Hadir dalam apel tersebut, Kapolda Sulteng, Brigjen Pol Drs Rudy Sufahriadi, Wakapolda Sulteng dan Pejabat Utama Polda Sulteng. Selain itu juga dihadiri oleh Danyon Infanteri 711 Raksatama Palu, Kejaksaan Negeri Provinsi Sulteng, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulteng, Kepala Sat Pol PP Provinsi Sulteng, Kepala Jasa Raharja Provinsi Sulteng dan Kepala Senkom Polri Provinsi Sulteng.
Operasi Ramadniya Tinombala 2017 Akan digelar selama 16 hari dengan melibatkan 1.369 Personil Kepolisian Daerah Sulawesi tengah dibantu Unsur Terkait seperti POM TNI,TNI.Dishub Provinsi dan Satpol PP Propinsi Sulteng.
Gubenur Sulteng juga menambahkan, dalam pengamanan Idul Fitri tahun ini, ada tiga poin utama yang menjadi perhatian bapak Presiden RI, yakni terjaganya Stabilitas harga pangan, Kondisi Kamtibmas yang kondusif, dan keamanan, kelancaran serta kenyamanan arus mudik dan arus balik.
“Beberapa terobosan diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi para pemudik, seperti keberadaan fasilitas kesehatan, ambulance, WC umum, bengkel umum dan layanan mobil derek, serta pendirian pos-pos pelayanan dan pengamanan yang dapat digunakan oleh para pemudik untuk beristirahat,” jelas Gubernur.
Sumber : BidHumas Polda Sulteng








