Morut, portalsulawesi.id – Indonesia dikenal dengan sumber daya alam yang melimpah di semua wilayah, mulai dari emas, tembaga, batu bara, timah, aspal dan juga sumber daya alam batu marmer. Penghasil marmer salah satunya ada di Kabupaten Morowali Utara (Morut), Sulawesi Tengah.
Marmer adalah batu metamorf yang memiliki variasi warna dan tekstrur banyak di buru. Gunanya adalah untuk berbagai bangunan megah, sesuai dengan sulitnya dicari, marmer hanya dugunakan bagi kalangan tertentu saja, karena harganya cukup mahal.
Menurut peneliti, batu marmer terjadi dari pengkristalan akibat melunaknya batu kapur dari panas dan tekanan yang menyebabkan perubahan mineral dalam batu tersebut. Konsistensi utama dari batu marmer adalah kalsium dan dolomit.
Batu marmer terdiri dari berbagai macam warna, tergantung pada komposisi mineral di dalamnya. Marmer yang terbentuk dari batu gamping murni atau yang disebut sebagai marmer asli berwarna putih.
Media ini mencoba mendekat ke lokasi batu marmer di ambil di wilayah Kecamatan Beteleme, Kabupaten Morut, letaknya di hutan-hutan belantara yang susah di jangkau.
“Yang meneliti itu orang dari luar negeri, bukan dari Indonesia. Dia beli lahan di sini khsus untuk diambil batu marmernya, ada di dalam hutan,” kata salah satu tokoh masyarakat di Beteleme Pakde Sabtu (17/6/2017).
Hasil marmer gelondongan itu kemudian dibawa ke Kota Surabaya, Jawa Timur untuk kemudian di kelolah sesuai pesanan pelanggan. Marmer Morowali memiliki berbagai warna, abu-abu mendominasi.
Industri batu alam marmer saat ini telah berkembang sangat cepat. Kegunaan dari batu ini sangat bermacam-macam, mulai dari sebagai bahan pembuatan perabot rumah tangga, konstruksi bangunan, bahan baku pembuatan patung, maupun berbagai jenis piala.
Reporter: Situr Wijayra








