Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Palolo :Sungai Sopu meluap,Jembatan Korona Terancam Putus

Jembatan Korona Desa ranteleda yang melintasi Sungai Sopu terancam Ambruk (foto: Heru)

Sigi ,portalsulawesi.id– Tingginya Curah Hujan dan Makin tebalnya sendimentasi di sungai Sopu membuat puluhan hektar tanah warga Amblas digerus Air, parahnya gerusan sungai berarus Kritis ini sekarang telah mengancam Pondasi penyangga Jembatan Penghubung satu satunya dari arah Kecamatan Palolo menuju kecamatan Nokilalaki.

Pantauan Media ini dilapangan,Luberan air sungai sopu sudah membuat puluhan Hektar tanaman Padi di bantaran sungai harus di panen lebih awal, Ratusan batang Tanaman kakao warga juga telah hanyut ,karena dibeberapa titik sudah terjadi gerusan dan menyebabkan melebarnya badan sungai tersebut.

badan Sungai Sopu yang sudah Meluas dan merusak lahan warga (Foto:Heru)

Kades ranteleda Kecamatan Palolo ,Amran Arlam Tariang saat ditemui dilokasi tanah warga yang terpapar Banjir menjelaskan upaya yang dilakukan pemerintah desanya untuk mengantisipasi Luapan sungai Sopu,menurutnya beliau sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sigi dan Juga meminta bantuan ke Balai Wilayah Sungai Sulawesi III.

“saya sudah buat surat permohonan bantuan kesemua fihak,kasihan warga saya yg tanahnya hanyut dibawa banjir,paling fatal itu jembatan Korona penghubung desa Ranteleda dan rahmat serta menjadi akses satu satunya antar Kecamatan Nokilalaki dan Palolo terancam rubuh “ Ungkap  Amran,panggilan Akrab Kades ranteleda.

Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) III melalui Kasatker OP wayan Karnaya saat dikonfirmasi membenarkan upaya yang dilakukan oleh Kepala Desa Ranteleda,bahkan menurutnya Fihak Balai sudah mengutus Tim untuk melakukan persiapan Tanggap darurat diwilayah yang terpapar banjir tersebut.

“Saya sudah bertemu dengan kades ranteleda,saya juga langsung merespon dengan menurunkan Tim untuk melakukan segala sesuatu yang berhubungan dengan tanggap darurat dilokasi yang dimaksud, kami (pihak BWSS) juga akan menyurati bupati agar berkoordinasi dalam menangani Bencana ini segera “ Jelas Wayan Karnaya kepada Portalsulawesi.

Salah seorang Petani yang Lahannya telah tergerus Air mengatakan dia dan keluarga terpaksa ikhlas kehilangan Pohon kakaonya akibat digerus banjir sungai sopu, mereka saat ini memilih berdiam diri dirumah daripada beraktifitas dikebun yang terancam habis terkikis Banjir luapan Sungai Sopu.

“Kami Cuma bisa Pasrah dengan maunya Alam, Banjir begini sudah tahunan terjadi,kasihan kami Petani “ Ucap Papa Billy yang di dampingi Istrinya Ivon .***

Reporter : H e r u

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *