Pasangkayu -portalsulawesi.id– Kepala Dinas Perumahan Rakyat Mamuju Utara, Ahmad Sibali menegaskan belum ada penyerehan dari kementerian ke pemerintah daerah terkait bantuan perumahan di Pangiang dan juga Bambakoro.
Kepada wartawan, ia mengatakan sebanyak 50 unit bantuan rumah yang diperuntukan bagi nelayan tersebut belum bisa ditempati sebelum ada penyerahan meskipun sudah ada nama Penerima, dan masuk dalam tahap Verifikasi.
“Saya sudah kantongi warga penerima rumah di Pangiang, tapi itu masih sebatas usulan, sebab belum ada verifikasi langsung di lapangan,” jelasnya, Jumat (5/5).
Dia juga meminta kepala desa Pangiang untuk menghimbau warga yang sudah menempati perumahan agar segera mengosongkan sementara waktu, pasalnya dalam waktu dekat pihaknya dan tim dari kementerian akan turun meninjau lokasi.
Informasi soal pembagiannya yang tidak tepat sasaran, termasuk bagi mantan kades Pangiang dan beberapa nama lainnya yang tak layak mendapatkan karena tidak memenuhi kriteria, pihaknya akan melakukan kordinasi dengan bupati terlebih dahulu.
“Perumahan itu peruntukannya jelas, harus punya kriteria nelayan yang berkeluarga dan belum memiliki rumah ataupun masih bertempat tinggal tidak layak huni, bukan orang kaya meskipun dia nelayan,” tegas mantan PPK PU Matra itu.
Ia berjanji sepekan ke depan akan mengumumumkan nama-nama yang sudah diusulkan saat masih tahap perencanaan, namun bila masih ada yang tidak layak menerima, maka dengan sendirinya akan dianulir.
Sehari sebelumnya, kades Pangiang Fadli Basri saat dikonfirmasi sangat menyesalkan adanya beberapa warga termasuk mantan kades Pangiang berbondong mengangkut barang-barang untuk menempati perumahan yang berlokasi di dusun Salule tersebut.
Bahkan dia berani pertaruhkan jabatannnya dan siap mengundurkan diri bila Pemda tidak turun tangan menangani persoalan ini. Sebab, kata dia ini dapat berimplikasi pada kecemburuan sosial antar warga.
“Kalau Pemda diam, maka saya angkat tangan dan lepas seragam Dinas Kepala Desa. Karena ini menjadi dilema bagi saya pribadi, sebab warga lain selalu mempertanyakan kejalasan,” kata Fadli berang.***
Reporter : FIRMANSYAH








