Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Rumah Tak Layak Huni Tampar Pejabat Donggala?

Donggala, portalsulawesi.id – Deretan rumah penduduk terbuat dari papan dan atap daun berdiri berhadapan dengan Kantor Pemerintah Donggala, Kondisi ini seolah menampar wajah pejabat Donggala.

Rumah-rumah tidak layak itu tidak seharusnya tidak berdiri di deretan kantor megah milik Pemerintah, hal ini menunjukan seolah tidak ada Keprihatinan  yang dilakukan Pemerintah Donggala.

Rumah yang Kondisinya tidak layak itu terlihat sudah lama berada di kawasan Kantor Bupati Donggala dan Kantor DPRD Donggala, namun seakan pemerintah Tutup mata dengan Nasib Mereka.

Profesi mereka serabutan, ada yang bekerja sebagai buruh di kantin-kantin kantor, ada yang bekerja sebagai pekerja kebun dan bahkan sangat ironis ada juga yang menjadi pengemis di Kantor.

Paling Ironis lagi, pengemis tersebut masih dibawah umur, bahkan ada yang masih duduk di bangku kelas 5 SD,sementara Pemda Donggala melalui Dinas Pendidikan mengembar gemborkan Program Donggala kanamavali ,jelas Kontradiksi dengan kenyataan ini.

Bahkan media ini sering mendapati berapa bocah-bocah itu menjadi pengemis dan belum lama ini menyempatkan diri untuk berdialog sejenak kepada empat pengemis dibawah umur tersebut yang masing-masing bernama Camo (2 tahun), Nazar (8 Tahun), Asrin (5 Tahun) dan Vina (6 Tahun).

Empat diantara bocah-bocah ini satu belum sekolah, yaitu Camo, sementara ketiganya mengaku sudah bersekolah di SDN 23 Kelurahan Gunung Bale, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala.

Ketika Media ini bertanya apakah ada yang menyuruhnya menjadi pengemis para pengemis ini mengaku tidak ada yang menyuruh.

“Tidak ada yang suruh saya om,” kata salah satu pengemis bernama Virna.
Dia mengaku mengemis sejak pukul 10.00 Wita pagi. “Sampai sore om. Sampai orang selesai kerja, kita pulang,” tuturnya.

Pemadangan seperti ini terjadi tiap hari seusai sekolah, Keempat anak ini tinggal Kelurahan Gunung Bale, Kecamatan Banawa tepat di Depan Kantor  DPRD Donggala.

Pemerintah Donggala mengakui masih banyak penduduk miskin di wilayahnya, namun Pemda Donggala terus menekan angka kemiskinan di wilayahnya dengan berbagai cara.

Pemerintah Donggala merencanakan dari 2014 sampai 2019 diharapkan Donggala bisa mengurangi angka kemiskinan seiring telah dicantumkannya Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPMJ).

Di angka 9.958 RTM itu masih diatas rata-rata Provinsi Sulteng sebesar 13,61 persen tahun 2014 lalu dan rata-rata Nasional sebesar 11,25 persen.

Dengan adanya Jargon ‘Isimapa Maipiapa’ atau jika diartikan bahasa Indonesia ‘Siapa Lagi dan Kapan Lagi’. Diharapkan angka kemiskinan di Donggala bisa dipangkas secara berlahan.

“Siapa lagi dan kapan lagi kalau bukan sekarang mengatasi angka kemiskinan,” kata Bupati Kasman baru-baru ini.

Reporter: Tim Portalsulawesi/SR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *