PALU ,portalsulawesi.id – PLN Wilayah Suluttenggo Area Palu, kembali merilis penyebab terjadinya Pemadaman listrik di sejumlah wilayah yang ada di seputaran Kota Palu, Sigi, Donggala, Parigi dan sebagian wilayah Poso.
Selaku Manager PLN Wilayah Suluttenggo Area Palu, Emir Muhaimin menjelaskan bahwa robohnya tower 46 yang ada di seputaran sungai Puna Desa Tabalu wilayah poso pesisir selatan, menyebabkan kondisi kelistrikan di lima kabupaten yang ada disekitarnya mengalami gangguan.
Sehingga otomatis pasokan listrik berkurang.Makanya dilakukan pemadaman bergilir sesuai yang telah dijadwalkan oleh pihak PLN.
“Jadi pemadaman ini bukan karena faktor kesengajaan tetapi memang karena faktor alam.
Namun demikian, pihak PLN terus berupaya untuk memaksimalkan kondisi kelistrikan di palu,” kata Emir didampingi Ronggur Asman, bagian Jaringan & Natallia selaku Supervisor Administrasi Umum, saat melakukan press confrence di kantor PLN Rayon Palu, dijalan Kartini, Selasa (25/4/2017).
Lebih rinci, Emir menjelaskan robohnya tower 46 dibagian poso pesisir selatan ini terpaksa diantisipasi dengan memaksimalkan pasokan listrik dari PLTU Mpanau di Tawaeli dan PLTD Silae.
“Karena diperkirakan ada sekitar 60-70 megawatt yang berkurang dan antisipasinya kami memaksimalkan keberadaan PLTU dan PLTD untuk mensuplai terhadap kekurangan daya yang terjadi dengan pengaturan skema 8 jam padam dan 4 jam menyala” Jelas Emir Muhaimin selaku Kepala PLN Area Palu.
Skema Pemadaman Bergilir ini dilakukan PLN agar supaya semua Wilayah Pelayanan terbagi rata dalam Pelayanan walau Dengan Durasi 8 Jam Padam 4 Jam Menyala tersebut.
Untuk sebagian wilayah poso dan tentena, kondisinya terbilang masih aman dikarenakan Titik Koordinat Tower SUTT No 46 yang Rubuh berada diantara Kabupaten Poso-Sigi .
Diperkirakannya kondisi seperti ini akan terjadi selama kurang lebih 8 hari kedepan.
“kami tetap berupaya agar secepatnya kondisi kelistrikan dibeberapa wilayah yang ada di lima kabupaten yang terkena dampaknya, bisa segera stabil. Karena pihak PLN sudah berupaya dengan mengadakan Tower Emergency sembari melakukan Menunggu Tower Permanen yang baru di bangun siap di operasikan .***
Reporter : N I l a
Editor : H e r u








