Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Kasus Tahanan Tewas di Polres Sigi Mandek,Aliansi Rakyat Bersatu Demo Polda Sulteng

Aliansi rakyat Bersatu melakukan Demo menuntut Transparansi penanganan Kasus tahanan Tewas di Polres Sigi di DEpan Kantor Bupati Sigi ,selasa (26/4/2017) (Dok.portalsulawesi.id)

Palu, portalsulawesi.id – Kematian Sutrisno Alias Talido di Polres Sigi pada Bulan Februari 2017 silam Hingga saat ini belum terungkap, Upaya pemeriksaan dan penahanan Para terduga Penyebab Tahanan Kasus Sajam tersebut meregang Nyawa sampai saat ini juga semakin Kabur.

Hal ini memicu Keprihatinan Banyak Pihak Khususnya Keluarga Korban, melalui Aliansi Rakyat Bersatu Selasa Siang (26/4/2017) melakukan Demonstrasi menuntut Kejelasan Kasus yang menyebabkan kematian Bapak Lima Anak tersebut, Massa Aliansi Rakyat Bersatu menggelar Demo dibeberapa Titik Strategis diantaranya Kantor Bupati Sigi, Komnas Ham,Kantor DPRD Propinsi Sulawesi tengah dan Kantor Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah.

Massa yang menamakan dirinya Aliansi Rakyat Bersatu untuk Keadilan itu mengawali aksinya dari Desa Sidera, Kabupaten Sigi sekira Pukul 08.00 WITA. Massa bergerak menggunakan mobil bak terbuka Dalam Kegiatan Aksinya mendapatkan Pengawalan Ketat Petugas Kepolisian.

Dalam aksinya massa membawa beberapa pamflet dan spanduk yang bertuliskan diantaranya Tegakan Keadilan, Tangkap Polisi Pembunuh Rakyat dan Copot Kapolres Sigi.

Massa Aksi membentangkan Spanduk yang berisikan Foto Foto Korban semasa Hidup dan Kondisi Jenazahnya saat menggelar Aksi (Foto :Portalsulawesi)

Koordinator Lapangan, Adrian dalam orasinya meminta meminta klarifikasi secara kepada bidang Reskrim Polda sulteng atas info terkait penanganan kasus tersebut. Ia juga menuntut agar kasus dugaan pembunuhan di sel tahananan Polres Sigi terus dilanjutkan dan oknum Polisi yang terlibat diseret ke pengadilan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Kapolres Sigi sebagai pemimpin harus bertangungjawab atas segala kejadian yang terjadi di Polres Sigi. Segera dicopot dari jabatannya dan digantikan kapolres baru yang lebih punya kapasitas sebagai Pemimpin Kepolisian Resort Sigi,” kata Adrian.

Menariknya,Dion,salah seorang Anak Almarhum Sutrisno turut berorasi Menuntut Pengusutan Tuntas Kematian Ayahnya,Dalam Orasinya Dion meminta Para Pembunuh ayahnya Yang Nota Bene adalah anggota Polres Sigi segera ditangkap dan di Adili dihadapan Hukum.

“Tangkap pelaku pembunuhan ayah saya. Nyawa ayah sayatidak bisa kembali dan saya tidak terima dengan apa yang telah diperbuat kepolisian terhadap ayah saya,” Teriak anak tersebut di Depan Gedung DPRD Propinsi.

Pihak DPRD Sulteng yang diwakili Hasan Patongai SH dari Komisi I menyatakan akan Membantu Melakukan Pembicaraan Khusus dengan Kapolda Sulteng terkait Kasus Tersebut, beliau menaruh Empati yang mendalam terhadap Keluarga Korban.

“Saya menghargai perjuangan dan aspirasi kalian. Saya sudah dengar kejadian pembunuhan di sel Polres Sigi. Kami dari DPRD Sulteng belum tahu kalau kasus ini sudah ditutup,” ujarnya.
“Kami akan turun ke lapangan melakukan investigasi membicarakan dengan Kapolda Sulteng, mencari kejelasan sampai dimana kasus ini ditangani. karena negara kita adalah negara hukum. Saya minta pihak keluarga korban untuk memberikan kronologi kejadian kasus tersebut kepada kami di Komisi I,” imbuh Hasan.

Massa Aksi melanjutkan Orasinya di Mapolda Sulteng, Massa Diterima Dir Intelkam Polda Sulteng ,Ucapan Turut Berduka Cita terucap mewakili Kapolda Sulteng Kepada keluarga Korban.

“Kejadian ini juga tidak kita inginkan. Perlu bapak-bapa ketahui, masalah yang terjadi tidak akan terlupakan kecuali masalah tersebut sudah kadaluarasa,” kata Dir Intelkam kepada massa.
Dir Intelkam juga berjanji bahwa pihak Polda Sulteng akan tetap mengusut masalah ini dan masih berjalan, namun butuh waktu untuk memprosesnya.

“Perlu kami sampaikan, dana Rp150 juta yang diberikan kepada keluarga korban bukan untuk membeli nyawa, karena nyawa itu tidak bisa dibeli. Tetapi uang itu diberikan sebagai ungkapan belasungkawa kepada pihak keluarga,” jelasnya.

Disampaikan pula, beberapa pejabat di Polres Sigi juga sudah ditarik ke Polda Sulteng untuk memperlancar proses penyelidikan.
“Tolong beri kami waktu dan kesempatan untuk mengumpulkan bukti-bukti karena kami juga tidak bisa langsung menuduh siapa pembunuhnya sebelum kami melakukan penyelidikan,” tegasnya.

Massa Aliansi Rakyat Bersatu Juga menggelar Aksinya di Kantor Komnas HAM sulawesi tengah (Dok : Portalsulawesi)

Ditempat terpisah,Sunardin , Kakak kandung Almarhum Sutrisno di damping Ahmar SH dari LBH Sulteng mengatakan Kepada Portalsulawesi, penanganan Kasus Pembunuhan Adiknya mandek karena diduga ada campur tangan Mafia kasus yang Mempengaruhi Istri Sutrisno mencabut laporannya di Polda Sulteng ,sehingga Pihak Kepolisian Menganggap kasus Pembunuhan Tahanan tersebut telah Selesai.

“Ada Makelar Kasus yang bermain disini,mereka meloby dan Mempengaruhi Istri Sutrisno untuk Mencabut Laporannya dan memberikan Uang sejumlah Ratusan Juta kepada Istri Almarhum, Saya sebagai Saudara Kandung tidak rela Nyawa sodaraku diperjual belikan “ Ujarnya Geram .***

Reporter : Heru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *