PALU,portalsulawesi.id – Hingga saat ini, pelayanan untuk pengurusan KTP masih dikeluhkan. Sementara semua proses sudah dilakukan secara on line. Namun ironisnya, sistim pelayanan yang ada di Dukcapil Kota Palu justru tidak mendukung. Berbagai alasan mengemuka tanpa ada solusi dalam menjawab kekecewaan masyarakat yang ingin melakukan pengurusan identitas kependudukan semisal Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Dari pantauan media ini pada Senin (17/4/2017), suasana di ruang pelayanan KTP nampak sepi pengunjung. Padahal sebelumnya masyarakat berharap pada hari itu mereka bisa melakukan pengurusan KTP meski hanya berupa Surat Keterangan Domisili, namun kenyataannya tidak bisa dilayani.
Sebab alasan CPU nya rusak. Sebelumnya itu, berbagai alasan lain juga mengemuka seperti yang disampaikan dibagian pelayanan yang menyebutkan bahwa jaringannya belum terkoneksi sehingga Server belum bisa Online.
Menyikapi hal itu, para warga yang tadinya sudah mengantri sejak pagi, merasa kecewa. Bahkan diantaranya sebelum berlalu mereka ada yang mengomel dulu terkait pelayanan di kantor dinas Dukcapil Kota Palu.
Sebut saja Desy, warga Besusu Tengah, salah seorang karyawan di Palu Grand Mall. Dia dengan susah payah meluangkan sedikit waktunya kendati harus izin sehari dari tempatnya bekerja hanya untuk mengurus KTP atau surat keterangan domisili.
Namun sudah dua kali dihari yang berbeda, dia ke kantor Dukcapil Kota Palu, tetap juga tidak terlayani karena jaringan dan perangkat yang lagi bermasalah.
“alasannya itu, kalau bukan jaringannya tidak konek, alasan CPU nya yang rusak. Jadi disuruh datang besok lagi ke kantor dukcapil,” ungkap Desy.
Sementara terkait keluhan itu, saat mau dikonfirmasi dibagian pelayanan yang ada di seblah kanan kiri pintu masuk ruang pelayan di kantor dukcapil palu, tidak satupun pegawainya yang mau berkomentar. Alasannya bukan kewenangan mereka untuk menjawab pertanyaan wartawan.
Tetapi untuk menjawab pertanyaan masyarakat, justru para pegawai ini secara spontan memberikan alasan bahwa mereka belum bisa dilayani karena cpu nya lagi rusak. “kami tidak berani berkomentar karena itu kewenangan kepala dinas,” ujar salah seorang staf dibagian layanan namun meminta untuk tidak disebutkan namanya.
Melihat fakta yang ada, Ini merupakan salah satu gambaran bahwa pelayanan publik di Kota Palu belum begitu Maksimal, Karena masih menjadi keluhan sementara anggaran sudah diporsikan cukup besar dalam mendukung peningkatan pelayanan publik namun tidak seperti yang diharapkan, Kiranya ini bisa menjadi koreksi dan Catatan bagi pemerintah kota Palu dalam mewujudkan visi misi Pelayanan Prima dimasa pemerintahan Drs.Hidayat M.Si sebagai walikota Palu.***
Reporter : N i l a








