Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Jembatan Menuju Sekolah Satap di Donggala Ambruk

Sebuah jembatan yang menjadi akses para guru menuju sekolah satu atap (satap) SMP N 7 dan SDN 21 di Desa Salusumpu, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala Ambruk (Foto: istimewa)

Donggala, portalsulawesi.id Sebuah jembatan yang menjadi akses para guru menuju sekolah satu atap (satap) SMP N 7 dan SDN 21 di Desa Salusumpu, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala Ambruk.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Kabid dikmen) Dinas Pendidikan (Disdik) Donggala Bustamin mengatakan, meski demikian siswa tidak terganggu, hanya saja para guru sedikit terhambat menuju sekolah.

BACA JUGA: Sungai Karaupa Telan Korban,Mantan Paskibraka Tewas Tenggelam

“Kalau siswa di sana semua jadi tidak terganggu, hanya para guru yang akan menuju sekolah harus memutar arah agak jauh,” kata Bustamin Jumat malam (14/4/2017).

Dia mengatakan jembatan ambruk terjadi Jumat, namun tidak diketahui pasti tepat pukul berapa. “Baru-baru itu, tapi ndak tahu jam berapa,” katanya menambahkan.

BACA JUGA: Rekonstruksi Pembunuhan Wartawati PE digelar,Terungkap Korban Tewas Murni di Aniaya

Bustamin mengatakan jembatan itu menghubungkan antar Dusun Babana dan Desa Salusumpu, Banaw Selatan.

Beruntung dalam peristiwa itu tidak menelan korban jiwa, karena saat terjadi musibah jembatan dalam keadaan sepi. Terlihat badan jembatan kayu ini patah dibagian tengah.

BACA JUGA: Diperiksa KPK 6 Jam, Novita Wijaya: Saya Dituduh

“Mungkin karena sudah tua jadi rapuh. Jembatan itu sudah lama sekali,” tutur mantan Kabid Dikdas pada Disdik Donggala tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, jembatan masih dalam keadaan ambruk berserakan dan belum ada penanganan dari pihak terkait.

Reporter: Widjaja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *