Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Balita Penderita Penyakit Tumor Ganas Abdul Ahmad Butuh Bantuan

SIGI, portalsulawesi.id – Abdul Ahad anak terakhir dari tiga bersaudara yang baru berusia 1 tahun 2 bulan warga Kalukubula RT 002 RW 008 Jalan Lando Kabupaten Sigi Biromaru Diagnosa Rhabdomyoma (tumor ganas) di regio Mandibula atau di dagu.

Hidup bersama keluarga berekonomian pas-pasan, Abd Ahad tetap selalu ceria walaupun penyakit tumor yang di deritanya sangat memberatkan. Terkadang matanya berkaca menitikan air yang membasahi pipinya, sesekali diusap oleh ayah dan ibunya yang selalu setia menemani.

Tumor yang dideritanya berada di rahangnya tersebut, membuat Abd Ahad selalu tegar, semestinya  di usianya tersebut, merupakan masa keceriaan seorang anak untuk bermain bersama teman-temannya, sudara-saudaranya maupun kedua orang tuanya.

Abd Ahad anak dari pasangan Saima (43) dan Ronawati (29) tunawicara, termasuk orang yang kurang mampu pekerjaan ayahnya buruh pembuat batu bata penghasilannya tidak menentu, keluarga ini tinggal di gubuk bersama tiga anaknya di Desa Kalukubula Kecamatan Sigi Biromaru Rabu (15/3).

Abd Ahad telah menanggung sakit tumor sejak lahir, keterbatasan ekonomi kedua orang tuanya mengakibatkan penyakit yang ia derita tidak kunjung sembuh.

“Anak kami Ahad mengidap tumor sejak lahir, awalanya hanya benjolan kecil yang ada di antara leher dan dagu. Namun lama-kelamaan benjolan tersebut menjadi besar seperti saat ini, dan kami tidak tahu penyakit apa sebenarnya yang diderita anak kami ini”kata Saima agak sedih.

Beberapa minggu lalu sempat dirawat di Rumah Sakit (RS) Umum Anutapura tiga hari dirawat, ia pun dirujuk ke RS Undata. Setelah lima hari dirawat RS Undata  Abd Ahad kembali dirujuk ke RS yang ada di Makassar, tetapi dengan keterbatasan biaya orang tuanya, Abd Ahad pun dibawa pulang kerumahnya.

“Barulah kami mengetahui kalau Ahad mengidap tumor ganas, itu dari hasil pemeriksaan yang dilakukan dokter,”terang Saima.

Ia juga mengatakan, dengan dibantu beberapa tetangga dan aparat desa setempat sedang mengurus BPJS kesehatan, setelah itu Abd Ahad baru dirujuk ke RS yang ada di Makassar.

“Anak kami kita rawat di rumah saja dulu sambil kumpul uang untuk pengobatan lagi, dan kami juga sangat berterimakasih pada masyarakat yang sudah peduli dan sayang sama anak kami Ahad. Banyak yang datang di rumah ini untuk melihat dan membantu, pemerintah desa juga berupaya membuatkan surat keterangan kurang mampu untuk pembuatan BPJS, demikian juga Pemda Sigi melalui ketua PKK Kabupaten, yang juga Istri Bupati Sigi Moh Irwan Lapatta dan wakil Bupati Paulina,”ungkap Saima.

Dari hasil pantauan media ini, rumah yang ditinggal keluarga bapak Saima sangat tidak layak dengan ukuran sekira 3M x 3M beratapkan rumbia, dan rumahnya tidak memiliki kamar, untuk tidur Saima bersama istri dan tiga anaknya hanya memiliki satu kasur dengan memakai kelambu, sehingga ruang tamu menjadi satu dengan tempat tidur. Dapurpun hanya berukuran 1M x 3M yang berseblahan dengan kamar mandi, yang disekat dengan sebuah kain.

Reporter : Rizal /Ngata Sulteng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *