PALU portalsulawesi.id – Melihat masih begitu banyaknya permasalahan yang dihadapi terkait pelaksanaan atau penyelenggaraan pemilu di Indonesia tentu saja hal ini sangat menggelitik bagi Sahran Raden, seorang akademisi yang sekaligus menjabat sebagai Ketua KPU Provinsi Sulawesi Tengah untuk merangkum sebuah tulisan dalam bentuk buku. Dengan harapan semoga buku ini memberikan manfaat bagi kita semua dalam menambah wawasan kita tentang praktek penyelenggaraan pemilu di Indonesia khususnya bagi kita yang ada didaerah.
Sebagaimana dikatakan oleh DR.Hamdan Rampadio, Rektor Unisa Palu sebagai salah satu pembicara diacara Peluncuran dan bedah buku “Hukum Pemilu di Indonesia” dengan tema mengurai praktek penyelenggaraan pemilu legislatif dan pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014”.
Proses peluncuran dan bedah buku tentang hukum Pemilu di Indonesia dengan penulis Sahran Raden, berlangsung Selasa (7/3/2017), dihadiri oleh perwakilan KPU dari kabupaten/Kota, Bawaslu Sulteng, para akademisi, sejumlah organisasi peduli pemilu dan Insan pers.
Ada beberapa hal yang dipandang perlu menjadi Catatan bagi penulis, terutama dalam tehknis penulisan. Karena masih ada beberapa bagian yang menjadi koreksi dalam upaya penyempurnaan buku tersebut.
Seperti diungkapkan oleh Pihak KPU Kabupaten Sigi yang mengkritisi soal pengisian data ditabel perolehan suara pada penyelenggaraan pilkada di Kabupaten Sigi. Termasuk kiritakan tehknis penulisan yang dianggap masih kurang kontrol dalam penempatan kata.
Sementara itu dari pihak Bawaslu Sulteng turut mengkritisi soal hukum disaat ada sengketa pilkada ataupun pileg. Dibeberapa bagian yang lainnya di buku tersebut juga dikritisi soal keterlibatan kaum gender pada penyelenggaraan pilkada ataupun pileg. “Penulisannya itu semestinya keterwakilan kaum perempuan sehingga nantinya akan lebih jelas bagi pembaca,” kata Ratna Dewi Pettalolo dari Bawaslu Sulteng.
Menanggapi beberapa hal terhadap kritikan bedah buku tentang hukum pemilu di Indonesia, sebagai penulis Sahran Raden menyampaikan terima kasihnya atas berbagai kritikan tersebut dan pihaknya mencoba untuk bisa menyempurnakan tulisannya di buku tersebut.
Bahkan diapun menyadari bahwa sebagai manusia biasa, tentu saja kita semua tidak luput dari berbagai kekurangan. Sebab kesempurnaan itu hanya milik Allah. Tetapi intinya adalah bagaimana penulis bisa mengaplikasikan ilmunya melalui tulisan dan semoga saja ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Memang tidak mudah menulis sebuah buku di tengah padatnya kesibukan kita. Tetapi saya mencoba meluangkan separuh waktu yang ada dengan merangkum tulisan-tulisan saya ini hingga menjadi sebuah buku. Dan kelak buku ini dapat menjadi salah satu referensi bagi pembaca didalam menambah wawasannya terhadap sistim penyelenggaraan pilkada dan pileg di Indonesia,” kata Sahran Raden yang berupaya untuk meningkatkan kompetensinya dalam menulis.
Reporter : Karin Wati








