Donggala, portalsulawesi.id – Program Mencerdaskan Kehidupan Bangsa yang menjadi Amanat undang undang terciderai dengan masih ditemukannya Pungutan Liar terhadap Penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP), Hal ini dikeluhkan warga miskin Penerima bantuan Pemerintah yang menjadi salah satu program Nawa Cita Presiden Jokowi.
Desa Lende Ntovea di kecamatan Sirenja merupakan salah satu Desa dari sekian Banyak desa menerima kartu Indonesia Pintar (KIP), dari data yang dihimpun sekitar 150 Orang usia Belajar di Desa Lende Ntovea tercatat sebagai penerima , Sedangkan 31 Orang lainnya yang tinggal di Dusun IV Labuana juga Mendapatkan Kartu serupa.
Tapi sayangnya, Kartu yang seyogyanya diberikan Gratis Kepada Yang berhak menerimanya, di Desa Pesisir pantai ini dikenakan Biaya Pengambilan sebesar Rp.30.000 per satu Kartu , Hal ini jelas merupakan sebuah Penyimpangan dan Diduga Pungli.
Irsan, salah seorang Tokoh Badan Permusyawaratan Desa megakui bahwa telah terjadi pungutan liar untuk para penerima Kartu Indonesia Pintar , dijelaskannya bahwa di Dusun Tempat beliau tinggal pungutan tersebut di koordinir langsung Kepala Dusun IV berinisial MJ.
“ Ada terkumpul Dana Rp.330.000 itu khususnya di Dusun Labuana, tetapi pengumpul uang tersebut telah diberhentikan oleh Kepala Desa ,dahulu jabatannya adalah Kepala Dusun “ Ungkap Irsan didampingi Rekannya saat ditemui dikediamannya.
Sementara itu , Kades Lende Ntovea , Rahman L membantah kalau fihaknya ada terlibat memungut Sejumlah Uang terhadap para penerima KIP ,menurutnya ada fihak yang sengaja mengkambing hitamkan Dirinya.
“Ndak Benar saya memungut Uang untuk KIP itu, yang benar adalah masih Ada 40 lembar Kartu yang saya tahan dikarenakan beberapa persoalan diantaranya Penerima KIP sudah ada yang Meninggal, Ganda namanya bahkan sudah tidak sekolah “ Jelasnya lewat Handphone ke redaksi portalsulawesi.id.
Pernyataan kades Lende Ntovea tersebut bertolak belakang dengan keterangan salah seorang warga yang mengalami langsung “setor “ Kepada Oknum Pemerintah Desa , bahkan dengan tegas dirinya siap di konfrontir kepada Kepala Desa tersebut.
“ Benar ,saya setor Rp.90.000 buat Tebus tiga Lembar Kartu Indonesia Pintar ini Ke kepala Desa “ Pungkasnya .
Reporter : Afdal
Editing : Redaktur








