Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Bronjong di Jembatan Limran,Diduga kurangi Kubikasi dan Non Pabrikasi

Tampak Lantai olakan dan Susunan bronjong dijembatan Limran ambrol (Foto :Portalsulawesi)

Palu,portalsulawesi.id- Jembatan Limran di Dusun Limoyo Ranontai yang diresmikan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, Sabtu (18/2/2017) pekan lalu bersama Walikota palu Drs.Hidayat M.Si menjadi harapan masyarakat Dusun Limran Kelurahan Pantoloan,terlebih lagi buat para pelajar yang menghuni Dusun Limoyo.

Jembatan yang memiliki panjang 20,58 meter dan lebar 6,7 meter ini dikerjakan oleh perusahaan yang sama dengan proyek jembatan gantung Kalukubula-Tinggede, yang juga ambrol pada Minggu (19/2/2017) malam. Kedua jembatan ini dikerjakan PT Karya Putera Mandiri Adisarana.

Bedanya, jembatan Kalukubula-Tinggede ambrol disebabkan karena lepasnya pengikat labrang. Sedangkan jembatan yang Limran yang baru saja diresmikan Mendes PDTT didampingi Walikota Palu, Drs. Hidayat itu mengalami ambrol pada pasangan kawat bronjong dan lantai olakan.

Ambruknya bronjong jembatan yang dibiayai melalui APBD Kota Palu Tahun 2016 dengan nilai kontrak Rp5.825.906.000,- itu diduga karena tidak menggunakan kawat bronjong pabrikan, tetapi hanya dirakit manual.

Selain itu, proyek yang melekat di Dinas PU Kota Palu dengan nilai HPS Rp 6.700.000.000,- bronjongnya hanya menggunakan batu ukuran lebih kecil daripada lubang rakitan kawat yang mengikat. Sehingga menyebabkan batu-batu pengisi bronjong banyak yang berhamburan. Parahnya lagi, dasar dudukan bronjong juga nampak rapuh, sehingga mudah tergerus air.

Pantauan Media ini dilapangan,Dudukan Kubus Bronjong yang di anyam manual hanya bertumpukan di atas Tanah dasar tepi tebing sungai,ada beberapa titik yang digali untuk landasan pondasi dasar untuk pasangan (koforan) tetapi tidak maksimal,hanya sedalam 30-50 Cm ketika di ukur.

Tampak jelas pula dilokasi sekitar jembatan Limran tepatnya sisi kiri kanan sungai pemasangan Bronjong sebagai penguatan tebing tidak maksimal,kuat dugaan kubikasi dari isian kubus bronjong tidak penuh sehingga takkala air dari sekitaran bantaran sungai mengalir,maka gerusannya membuat tanah penopang dibelakang isian bronjong jadi labil dan hanyut.

isian batu dikubus yang tidak padat dan diduga memakai Kawat non pabrikan menyebabkan jebolnya beberapa kubus bronjong (Foto :Heru)

Akibatnya dibeberapa titik pekerjaan Bronjong Nampak ambrol dan mulai jebol,bahkan di sekitaran lantai olakan yang rubuh jelas terlihat rangkaian isian bronjong telah “menggantung”,akibatnya dikhawatirkan jika terjadi hujan dan air banjir maka pekerjaan yang menelan anggaran milyaran rupiah tersebut jadi sia sia.

Sementara itu, Kadis Pekerjaan Umum Kota Palu melalui  Farida yang dikonfirmasi mengaku baru sekira dua bulan menduduki jabatan Kepala Bidang Bina Marga, Namun ia mengakui sebagai ketua Tim PHO pada proyek tersebut.

Ia juga membantah jika jika brojong tidak menggunakan kawat pabrikan. “Kawat itu sudah sesuai dengan spek yang ada di kontrak,” ujarnya.

Namun Farida mengaku belum memegang dokumen PHO karena baru menjabat sebagai Kepala Bidang menggantikan Pejabat lama yang dirotasi ke SKPD lain.

Sementara itu, Direktur PT Karya Putera Mandiri Adi Sarana Hotman Sihotang yang akan dikonfirmasi bersama Deadline-news.com via telepon selulernya di nomor 081145357x tidak menberikan jawaban. Padahan terdengar nada telepon masuk namun tidak diangkat. Demikin juga saat dikonfirmasi via layanan WhatsApp, Hotman juga tidak memberikan jawaban.

Reporter :Heru

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *