Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Rawan Longsor, Dinas Bina Marga Dan Penataan Ruang Propinsi Sulteng Himbau Pengguna Jalur Napu Poso Waspada

Masyarakat Melintasi Jalur Napu-Poso Yang terkena Longsoran (Dok.Asbudianto)

Napu,portalsulawesi.id-  Ruas Jalan Propinsi di Sepanjang Jalur Dataran Napu- Poso Saat ini Dalam Keadaan Rusak Parah,hal ini menjadi Keluhan yang dirasakan Masyarakat Pengguna Jalan di Wilayah Dataran Napu.

Kerusakan Terparah terjadi di Jalur Tanjakan Petodongia Desa Watutau serta di sekitaran Lembah Hae,Kondisi Jalan Yang berlumpur dan Longsor disepanjang Jalan membahayakan Pengendara terutama Mobil Pengangkut Palawija Yang Rutin melewati Ruas Jalan Ini.

Ruas Jalan Sepanjang  74,9 Km ini Terjadi beberapa Titik Longsor Parah,bahkan Sebagian jalan Beraspal telah Terkelupas dan meninggalkan Material bebatuan Yang berserakan di badan Jalan yang berpotensi membahayakan pengguna Jalan.

Gegel, Salah satu warga Pengguna Jalan Yang Berprofesi sebagai Sopir Kendaraan Pengangkut Sayur mayor Asal Desa Mekarsari kecamatan Lore Timur,mengatakan Dirinya Terkadang Was Was Jika Melintasi jalan Diruas Napu- Poso Tersebut,Pasalnya Kondisi Jalan Yang Terbilang Kritis Yang di “Hiasi” Jurang yang dalam Sepanjang Perjalanan membuat Dirinya dan Rekan2 seprofesinya meningkatkan Kewaspadaan saat melintas.

“Kondisi jalan diruas Napu- Poso sejak setahun rusak parah,Ada Longsoran di beberapa Titik,Kami kadang harus Pasrah Jika Jalanan tertutup material Longsoran “ Ujarnya Kepada Portalsulawesi.

Kepala Bidang Pemeliharaan jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Propinsi Sulawesi tengah Saat dikonfirmasi media ini membenarkan kerusakan yang Terjadi di sepanjang Ruas Jalur Napu-Poso tersebut,Untuk Antisipasi Penaggulangan Longsoran dan Perbaikan Ruas tersebut Fihaknya Menyiagakan Dua unit Alat berat .

“Untuk Ruas Jalur Napu Poso sepanjang 74,9 Km sejak Desember 2017 kami tangani ,ada beberapa longsor yg menutupi jalan dan ada badan jalan yg longsor. Diruas ini ada 2 unit Alat Berat Stan By Yakni  exavator dan Beco loader serta Dam truk untuk Antisipasi Menghadapi Longsoran” Ungkapnya.

“Memang sementara ini kami masih fokus pd galian longsoran  agar akses jalan tetap terbuka jgn sampai putus. Kami berharap agar pengendara yg lewat berhati2 dan muatan jgn sampai berlebihan. Sementara ruas ini hanya kami tangani dengan  Sistem pemeliharaan Rutin” Himbaunya.

Menurut Asbudianto,Kerusakan Yang Kerap terjadi Di Ruas Jalan Sepanjang Napu –Poso disebabkan Oleh beberapa faktor diantaranya Kestabilan tanah dan erosi akibat Hutan yg sudah Gundul,Deforestasi Hutan Yang Parah menyebakan Daya Serap Hutan terhadap Air Berkurang sehingga Air dengan Mudah Menggenangi dan Meluber dibadan Jalan.

Kondisi Aspal Yang terkelupas dan Longsoran di Ruas Napu-poso (foto: Syam)

“Kestabilan Tanah dan Hutan Yang Gundul salah satu Penyebab Longsoran tersebut,Makanya kami sedang meneliti penanganan apa yg cocok buat sebagian ruas ini “ Jelas Asbudianto.

Saat Ini Anggaran Yang dikucurkan Lewat Pos Dana APBN Hanya Berkisar di Satu Milyar Lebih dengan Ruas jalan Yang Dipelihara Sekitar 74,9 Km,Untuk Itulah Rencananya Jalur ini akan Menjadi Jalur Lintasan Tour De Central Celebes Sehingga Ada Anggaran Besar Yang Dapat dikucurkan ke Ruas ini.

“ Iya,idenya pak kadis ruas ini diusulkan utk TDCC biar ada dana besar buat tangani jalan ini “ Tulis Asbudianto Dalam Pesannya lewat Aplikasi WhastApp Ke redaksi Portalsulawesi.

Selain Itu,Faktor Keamanan di Ruas Napu-Poso menjadi Salah Satu Kendala Yang Dipertimbangkan Oleh Dinas Yang mempunyai Tanggung Jawab memelihara jalan Ini,Sehingga Pekerja Yang Menjalankan Tugas Pemeliharaan Bekerja dengan Tingkat Kewaspadaan yang Tinggi.

“ Ada Pemeliharaan Yang Dianggarkan Tahun ini tapi hanya 3 km. Kami mulai dari Desa ali tupu. Klau longsor biar malam kami urus,Cuma  kadangkala kami ngeri juga karena ini jalurnya  santoso  kala itu “ Jelasnya .***

Reporter : Heru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *