Palu,portalsulawesi.id -Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, bersama Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air dan Balai Wilayah Sungai Sulawesi Tengah (BWSS), melaksanakan rapat membahas Permasalahan yang terdapat dalam Pekerjaan Mega Proyek Sambungan Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional PASIGALA (Palu Sigi Donggala) yang diduga terindikasi gagal konstruksi.
Berdasar rencana induk SPAM Pasigala dapat menampung kapasitas air sejumlah 600 liter/detik dan tahap pertama dibangun kapasitas 300 liter/detik dimulai tahun 2009, Namun hingga akhir Masa Pekerjaan 2016, air tidak dapat dialirkan dikarenakan debit air yang direncanakan tidak bisa mencapai dan bila dipaksakan terdapat pipa transmisi air baku yang pecah dibeberapa titik.
“Kami terus berusaha , bagaimanapun caranya agar proyek Sambungan Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional PASIGALA ini bisa berhasil, menurut evaluasi yang telah kami lakukan bahwa memang terdapat pipa yang bocor tersebut di sekitar sibalaya, kurang lebih 54 kilo meter, yang diragukan kemungkinan sebagian pipa ada yang tergores,sambungan ada yang tidak terpasang bagus dan ini semua yang nantinya akan kami benahi dan semua pipa yang bocor akan kami ganti dengan pipa yang baru,”kata kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi Tengah Yusuf M. Tambing, di ruang rapat komisi III DPRD Sulteng, Rabu (16/05/18).
Dia menjelaskan, saat ini kami tidak mencari siapa yang harus bertanggung jawab dalam hal ini, baik perencanaan atapun pelaksanaannya, termasuk pipa yang seharusnya di letakkan di los pertengahan, mengapa harus di pindahkan di Desa Sidera, kemudian di pindahkan kembali ke Desa Oloboju, hal tersebut membuat elevasinya bertambah, apabila hal seperti itu terus dilakukan maka tekanan dari terhadap pipa yang berada di dalam menjadi bertambah, oleh sebab itu mengapa mengalami banyak kebocoran, jika demikian pekerjaan proyek tersebut lebih baik dilakukan pembongkaran kembali agar tidak menjadi kendala kedepannya.
Sementara Itu,Ketua Fraksi Nasdem Yang Juga Menjabat Wakil Ketua Komisi III Dprd Propinsi Sulteng,Muh.Masykur mengatakan Pihaknya Selaku Perwakilan Masyarakat dari Wilayah Pemilihan Sigi Dan Donggala Menyayangkan Proyek Yang Telah Menelan Anggaran Sekitar Rp 500 Milyar lebih Tersebut Belum Dirasakan manfaatnya Hingga Sekarang.

“Proyek Ini Dilaksanakan Sejak Tahun 2009 Hingga 2016,Sudah Ratusan Milyar Uang Negara dikucurkan tetapi Hingga Saat ini ditahun 2018 Belum Bisa dimanfaatkan,Airnya kadang Sehari mengalir Tiga Hari Tidak “ Ujar Politisi Nasdem ini Kepada Portalsulawesi.
Politisi Asal Sigi Ini Juga Heran dengan Pergantian Pipa Transmisi Jaringan SPAM Pasigala yang Terkesan dikerjakan Sembunyi Sembunyi,Menurutnya Proses Penggantian Pipa Spam Pasigala ini Menuai Kecurigaan Banyak Fihak Termasuk Aparat Hukum.
“Infonya Pihak Polda Sulteng Sempat memergoki Pergantian Pipa di Desa Sidondo II,Prosesnya Pergantian itu apakah Menjadi Tanggung Jawab Kontraktor atau Pihak BWSS III? Itu Yang Tidak Jelas “ Ujar Politisi yang Akrab disapa Bung Theo tersebut.
Pelaksanaan Rapat tersebut bertujuan untuk mencari jalan keluar, bagaimana caranya agar pekerjaan proyek Sambungan Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional PASIGALA ini bisa Berfungsi dan Di Rasakan manfaatnya dan tidak menimbulkan permasalahan baru, agar masyarakat yang berkaitan dengan proyek tersebut, dapat segera menikmati air bersih.***
Reporter : Sugi











