Parimo – portalsulwesi.com listrik di Kabupaten Parigi Moutong khususnya di wilayah Palasa, Tomini, Mepanga, Ongka Malino dan kecamatan lainnya belum juga berakhir. Karena terlampau seringkali terjadi pemadaman pada pagi, siang, sore maupun malam hari, membuat warga kian geram.
Pelanggan mulai beranggapan, jika Managemen PLN tidak pernah profesional memberikan pelayanan demi kepuasan semua pelanggan.
“Kami heran listrik kerap mati, apalagi saat malam hari. Dimana di malam hari waktu sangat butuh listrik, kadang mati. Bukan hanya kali ini saja, hampir setiap hari,” ujar Taufik, warga Kecamatan Ongka Malino, Kamis (19/04).
Pemadaman listrik sendiri kata Taufik tidak diberitahukan oleh PLN terkait kendalanya. Pemadaman terkadang dilakukan mendadak dan secara tiba-tiba, mulai siang hari bahkan malam hari
“Saya rasa bukan hanya saya sendiri merasa kesal, mungkin seluruh masyarakat di seluruh Wilayah kecamatan Ongka Malino ini maupun kecamatan sekitarnya, ketika mati lampu kesal. Karena sering terjadi tanpa alasan jelas dari pihak PLN. Kita harapkan PLN harus lebih profesional, memberikan pelayanan masyarakat butuh listrik,” tambahnya.
Ia meminta PLN untuk mencari solusinya, jangan dibiarkan seperti ini terus menerus. Padamnya listrik pada malam hari, bisa menimbulkan berbagai tindakan yang bisa merugikan masyarakat. BahkanBahkan, lanjutnya sudah banyak yang terjadi insiden kerusakan barang-barang elektronik atau yang lainya kasus pencurian.
”Kalau sudah listrik mati, kadang berjam-jam, dan waktu-waktu yang memang masyarakat membutuhkan listrik hidup di rumah. Tidak menutup kemungkinan, jika Posisi gelap seperti inilah banyak dimanfaatkan oleh orang, seperti maling, atau tindak kriminal lainnya. Mungkin bagi yang mempunyai genset bisa dimanfaatkan, tetapi memerlukan biaya tambahan tentunya, apalagi jika pemadaman ini sampai berimbas pada rusaknya alat elektronik masyarakat” katanya.
Sementara itu Eni, pelanggan lainnya menambahkan, harus ada solusi dari PLN terkait sudah terlampaui seringnya listrik mati. Selaku pelanggan masyarakat menginginkan pelayanan prima, bukan hanya pembayaran yang harus dibayar tepat setiap bulannya.
“Kita inginkan pelayanan PLN ini bagus, kita butuh penerangan di rumah. Permasalahan PLN di Palasa, Tomini, Mepanga, Ongka maupun kecamatan lainnya ini sudah sering terjadi,” pungkas Eni
Romy,Salah Satu Warga Desa Lambunu mengeluh akibat Sering mati Lampu,anaknya Yang akan mengikuti Ujian sekolah terpaksa harus rela belajar dengan Penerangan Ala Kadarnya.
“anak saya terpaksa belajar Pakai lilin,mengingat sudah masuk ujian Akhir ini,semoga tidak berdampak dengan Hasil Ujiannya ” Ujarnya Kepada Portalsulawesi.
Saat media ini meminta klarifikasi dari Manajer PLN Rayon Kotaraya, Made Agus mengatakan bahwa penyebab matinya lampu adalah sering blackoutnya jaringan yang dari wilayah Lambunu maupun Moutong,
“Ini penyebabnya karena sering blackout jaringan listrik dari lambunu dan Moutong, sehingga kita mencoba untuk masukkan listrik di wilayah Kotaraya tidak bisa hidup” ungkapnya Made Agus saat di konfirmasi melalui sambungan telepon.***
Reporter : Yunus








