PALU Portalsulawesi. com – Pada Januari 2018, kondisi harga-harga terhadap sejumlah kebutuhan pokok terutama beras mengalami kenaikan. Meski naiknya tidak signifikan namun hal itu memberikan dampak yang cukup berarti terhadap inflasi.
Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah, merilis bahwa inflasi di Kota Palu pada Januari 2018 mencapai angka sebesar 0,69 persen.
Dari 82 kota yang dilantai, sebanyak 79 kota mengalami inflasi dan 3 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Bandar Lampung sebesar 1,42 persen dan inflasi terendah di Kota Tangerang sebesar 0,04 persen. Sementara Kota Palu menempati urutan ke-8 inflasi tertinggi di kawasan Sikapnya dan urutan ke-36 secara nasional.
Menurut Kepala BPS Sulteng, Ir. Faizal Anwar, MT mengatakan capaian angka inflasi sebesar 0,69 persen merupakan dampak dari kenaikan indeks harga yang terjadi pada sejumlah kelompok pengeluaran yang memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap inflasi di Januari kemarin.
“hampir semua kelompok mengalami kenaikan harga terutama kelompok bahan makanan, kelompok makanan jadi, rokok dan tembakau, kelompok sandang, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga dan sejumlah kelompok pengeluaran lainnya yang secara rinci akan dijelaskan oleh kabid statistik dan distribusi, “ kata Faizal Anwar.
Menindaklanjuti hal tersebut, Moh. Wahyu Yulianto, S. Si, SST. MSi selaku Kabid Statistik dan Distribusi BPS Sulteng secara rinci memaparkan kenaikan inflasi yang terjadi pada Januari 2018 hingga mencapai angka inflasi sebesar 0,69 persen itu terjadi karena adanya kenaikan harga disejumlah kelompok terutama pada kelompok bahan makanan yang memberikan sumbangsih sebesar 2,83 persen terhadap angka inflasi.
Disusul kenaikan pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,65 persen, kelompok sandang 0,43 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,18 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,05 persen. Sementara itu kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan mengalami penurunan indeks sebesar 0,48 persen sedangkan kelompok kesehatan relatip stabil.
“dari tujuh kelompok pengeluaran, ada lima kelompok mengalami kenaikan indeks, satu kelompok mengalami penurunan indeks yakni pada kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sedangkan kelompok kesehatan relatif stabil, “ papar Wahyu.
Pada bulan yang sama, secara year on year, inflasi di Kota Palu mencapai 3,67 persen, Dan kenaikan indeks tertinggi pada kelompok pengeluaran perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 6,63 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga mengalami penurunan indeks sebesar 1,34 persen.
Sementara itu, ada sejumlah kelompok pengeluaran yang memberikan andil terhadap inflasi sebesar 0,69 persen di bulan Januari 2018 yakni kelompok pengeluaran bahan makanan dengan andil sebesar 0,583 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,144 persen, kelompok sandang sebesar 0,023 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,013 persen, serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,11 persen sementara kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan memberikan andil negatif sebesar 0,088 persen.
Lebih rinci Wahyu menjelaskan bahwa peningkatan pada kelompok bahan makanan disebabkan adanya kenaikan harga pada beras dengan kenaikan sebesar 0,31 persen, ikan cakalang 0,20 persen, ikan mujair 0,06 persen, rokok kretek filter 0,05 persen, rokok kretek 0,05 persen, tomat buah 0,04 persen, ikan selar 0,03 persen, daging ayam ras 0,03 persen, emas perhiasan 0,02 persen dan ayam hidup 0,02 persen***
REDAKTUR : NILAWATI









