ToliToli -,portalsulawesi.id- Banjir Bandang yang melanda Tolitoli tahun 2017 silam menyisakan trauma warga Tolitoli khususnya yang mendiami bantaran Sungai Tuweley,sungai yang membentang di Kota Cengkeh ini Kala meluap menghantarkan Debit air yang mengkhawatirkan.
Trauma Masyarakat sempat di lampiaskan dengan demo ke kantor DPRD tolitoli beberapa waktu lalu, masyarakat yang mendiami bantaran sungai Protes dengan beberapa pekerjaan yang dilaksanakan di tahun 2017 dinilai tidak efesien dan salah tempat.
Untuk itulah,Anggota legislatif dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tolitoli yakni H.Muslimin dari Fraksi nasdem dan Wakil Ketua DPRD Tolitoli Ir.Hj.Nursida Bantilan mengunjungi Lokasi Bantaran Sungai Tuweley.

Hal ini dilakukan dalam rangka menjawab keinginan Warga yang disampaikan saat Demo juga melaksanakan Fungsi Kontrol terhadap Pekerjaan yang dilaksanakan tahun 2017 oleh Balai Wilayah Sungai Sulawesi III serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Propinsi Sulawesi Tengah .
Turut dalam Rombongan ,Tim tehnis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tataruang Kabupaten Tolitoli serta BPBD Tolitoli,rombongan menyisir beberapa tempat di bantaran sungai Tuweley untuk melihat secara langsung penanganan Sungai yang telah dilaksanakan sebelumnya.
” Tahun ini kita punya dana taktis Rp.2 Miliyar rencananya akan di pergunakan untuk perbaikan sungai Tuweley,namun kita tetap perlu kordinasikan dengan pihak pihak terkait,”Ujar Politisi Nasdem tersebut kepada portalsulawesi.
Menanggapi Keluhan warga terkait Pekerjaan penguatan Tebing dengan sistim Buronjong yang dinilai tidak tepat sasaran ,Wakil Ketua DPRD Tolitoli,Ir .Hj.Nursida Bantilan mengatakan jika Fihaknya hanya menampung aspirasi dan akan meneruskan kepada Instansi yang berwenang.
” Kita selaku perwakilan masyarakat di DPRD tetap siap menerima aspirasi yang di sampaikan warga dan juga akan menindak lanjutinya,” Ujar Mantan Ibu Bupati Tolitoli 2 Periode sebelumnya.***
Reporter : M.Yusuf








