Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

​Puluhan Sopir Taxi Argo Demo Menolak Grap

Nampak para sopir taxi argo mendesak untuk bisa dipertemukan dengan para wakil rakyat dan minta kejelasan soal nasib mereka. (foto:nila)

Palu Portalsulawesi. com – Hadirnya grap di Kota Palu,  Sulawesi Tengah menuai protes dari ratusan sopir taxi argo yang ada di palu khususnya yang berasal  dari dua perusahaan taxi argo besar yakni MMU Taxi dan Utama Taxi.

Keberatan para sopir taxi konvensional ini ditandai dengan melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Sulteng dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Dan mereka meminta para wakil rakyat untuk memperjuangkan nasib mereka yang semakin tidak menentu karena makin berkurangnya pendapatan para sopir argo ini dengan keberadaan Grap di palu.

Dalam aksinya kali ini,  yang berlangsung Senin (18/12/2017), jumlah taxi argo yang melakukan aksi unjuk rasa ada sekitar tiga puluhan taxi yang meminta kepada pihak DPRD atau kepada para wakil rakyat untuk menutup atau memberhentikan keberadaan Grap.

“hadirnya Grap di palu,  membuat pendapatan kami makin menipis. Jangankan untuk dimakan,  untuk menutupi setoran saja tidak bisa lantas bagaimana kami bisa bertahan hidup kalau grap makin merajalela,” ujar Koordinator aksi  yang mendesak pihak DPRD Sulteng dan Kadis Perhubungan Provinsi untuk segera mengambil sikap dan  memberikan kejelasan atas masalah ini agar tidak menimbulkan masalah dilapangan.

Salah seorang sopir taxi argo dari MMU taxi, Mencoba untuk mendobrak pintu pagar kantor DPRD Sulteng. (foto:nila)

Selain itu,  pihaknya juga menuntut agar kiranya pihak pemerintah daerah melalui Dinas perhubungan provinsi dan pihak DPRD Sulteng untuk menyediakan lapangan kerja baru bagi para sopir taxi argo apabila tidak ada solusi atau ketegasan terkait nasib mereka dengan hadirnya Grap di palu.

Karena menurut para sopir taxi argo  ini,  secara hukum atau legitimasi operasional taxi argo sangat sah sementara menurut para sopir taxi argo yang tergabung dalam komunitas sopir argo  dipalu,  keberadaan Grap di palu belum jelas izin operasionalnya.

 “kami minta para wakil rakyat,  kadis perhubungan dan pihak organda, dapat memberikan  kejelasan atas nasib kami para sopir taxi argo bilamana Grap tetap dibiarkan beroperasi,” pungkasnya.

Sementara terpisah, disatu sisi masyarakat mengeluhkan soal mahalnya tarip taxi argo sehingga tidak heran jika masyarakat lebih cenderung menggunakan jasa grap yang jauh lebih murah dengan pelayanan yang jauh lebih baik.

REDAKTUR :NILAWATI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *