Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Irigasi Bonemarawa Tidak Bisa di Fungsikan,Petani Kecewa dengan Bupati Donggala

pekerjaan Saluran Irigasi Bonemarawa yang tidak selesai Oleh Pelaksana Proyek,anehnya Pekerjaan ini di Bayarkan 100 Persen oleh Pemda Donggala (foto :Heru)

Rio Pakava,portalsulawesi.id- Akibat Tidak Berfungsinya Daerah Irigasi Bonemarawa di Desa Bonemarawa Kecamatan Rio Pakava kabupaten Donggala membuat Para petani Pengguna Air di sekitar Jaringan Irigasi tersebut Kecewa kepada Bupati Donggala ,Kasman Lassa.

Pasalnya,Infrastruktur yang dibangun dengan Dana Milyaran Rupiah tersebut belum dapat dipergunakan Warga, selain Kontruksi Bangunan Irigasinya dikerjakan asal asalan,dibeberapa tempat Talud jaringan irigasi tersebut sudah ambruk berantakan.

Padahal,Para petani di Desa Bonemarawa sangat bergantung kepada jaringan Irigasi Bonemarawa yang dibangun tahun 2016 sebagai Jawaban akan sulitnya Air di wilayah Perbatasan kabupaten Donggala tersebut, akan tetapi semua itu hanyalah Kepentingan Proyek dan Bagi bagi Fee semata.

Kondisi Jaringan Daerah Irigasi Bonemarawa yang ditumbuhi Rumput dan belum dapat dipergunakan petani (foto: Heru)

Rizal,salah satu Petani di Bonemarawa ditemui Portalsulawesi mengungkapkan Kekecewaannya dengan Pemerintah daerah yang seakan tidak Peduli terhadap Nasib para Petani di Bonemarawa tersebut, menurutnya para petani di Bonemarawa sering mengeluhkan sulitnya Air saat musim Tanam dan Musim Kemarau di Desanya.

“Kami kemaren berharap dengan dibangunnya Irigasi Bonemarawa,sawah kami bisa diolah kembali karena tersedia air ,tetapi malah tambah parah, Irigasinya Hancur dan dikerjakan asal asalan,baru pemda Donggala tutup mata dengan masalah ini “ Ujar Rizal ketus.

Keluhan Rizal diaminkan rekannya sesame petani,bahkan menurut mereka saat Pilkada Donggala tahun 2014,mereka pasang badan untuk kemenangan Pasangan Kasman lassa-Vera.

Akan tetapi,Usai Pilkada,mereka hanya diberikan Harapan dan Janji janji,salah satunya Pembangunan daerah Irigasi Bonemarawa tersebut. Dibangun tetapi tidak bisa dipergunakan.

Parahnya Lagi,Kontraktor Pelaksana PT Herto Persada Sakti dengan Direktur Utama Herman Todding meninggalkan sejumlah Permasalahan Keuangan dengan warga sekitar,tidak tanggung Tanggung,nilai Piutangnya mencapai ratusan Juta Rupiah.

Adalah ketua kelompok tani Mandiri Bonemarawa,Syamsul Alam menyampaikan Keluhannya kepada Portalsulawesi,menurutnya Pihak Kontraktor belum menyelesaikan Piutang harga Bahan Bahan proyek  dan Ongkos Kerja di pekerjaan yang di danai dari Pos DAK Afirmasi 2016 dengan Nilai Kontrak Rp3,9 Milyar.

Menurut Syamsul Alam,Pihaknya masih menanggung kerugian Ratusan Juta Rupiah akibat Piutang yang ditinggal Pergi Kontraktor Pelaksanan,Parahnya lagi saat ditagih Pihak Kontraktor selalu beralasan Pekerjaannya di Putus Kontrak dan Belum dibayarkan Pihak Pemda Donggala dalam Hal ini Dinas PU Donggala.

“Pak Herman Toding selaku Pelaksana masih berutang sekitar 170 Juta dengan kami disini,itu hutang bahan serta Ongkos Kerja,ditagih malah kita dibawakan Aparat ,parahnya lagi alasanya belum dibayarkan Pemda “ Ujarnya ketus.

“Intinya Bupati Donggala kasman Lassa hanya Pentingkan Kontraktor daripada kami Petani yang dahulu berjuang untuk dia, buktinya pekerjaan yang hancur di Bonemarawa ini dibayar penuh,sementara kami petani yang berharap air untuk sawah kami tidak pernah di tengok “ Ujar Petani yang enggan dimediakan Namanya.***

Reporter : H e r u

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *