Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

“Ale Bantilan “ Bakal Dikukuhkan jadi Raja Tolitoli Tepat di HUT Kabupaten Tolitoli ke 57

Panpel Pesta Budaya Akbar penobatan Raja Tolitoli "Matanggauk" gelar Jumpa Pers yang diketuai Oleh mantan Sekkab Tolitoli ,Iskandar Nasir.

Tolitoli,portalsulawesi.id– Peringatan Hari Ulang Tahun ke 57 Kabupaten Tolitoli akan digelar bersamaan dengan penobatan Raja Tolitoli H.Mohamad saleh Bantilan sebagai Raja Tolitoli atau lazim disebut Matangguak.

Dalam keterangan Persnya,Panitia Pelaksanaan Prosesi Pengukuhan Raja Tolitoli mengatakan Prosesi Pengukuhan Raja Tolitoli terakhir digelar Tahun 1951, sedangkan Penobatan tahun ini akan tampak Berbeda dengan penobatan sebelumnya.

“Prosesi penobatan raja ini hanya pernah dilaksanakan sejak tahun 1951, Penobatan raja nanti berbeda dengan penobatan raja-raja sebelumnya yang masih memiliki kewenangan dan kekuasaan. Karena tujuan penobatan kali ini hanya untuk melestarikan budaya Tolitoli, bahwa eksistensi budaya kita masih ada,” kata ketua Panitia Pelaksana ,Iskandar Nasir  kepada sejumlah awak media Senin (4/12).

Akan ada Ritual Adat yang mendahului sebelum proses penobatan itu  diawali acara ritual adat dalam bahasa Tolitoli “Monoeng” yang artinya menodohkan, mendirikan dan menggantung pernak pernik di lokasi istana kerajaan atau Bale Masigi di Kelurahan Nalu kecamatan Baolan, acara ini dilaksanakan tanggal 6 Desember 2017.

Esok harinya di tanggal 7 dan 8 Desember akan digelar ritual adat berikutnya yakni ritual adat “pembuatan dajat” atau  berangkat pembuatan ritual adat atau hiburan rakyat  dan hiburan tradisional dan ritual adat “manimba air” atau mengambil air di tujuh sungai yang ada sumber mata air di wilayah kerajaan pada Hari Jumad 8 Desember nanti.

Selanjutnya ada ritual “Mamalino” atau mengumumkan kepada masyarakat bahwa akan ada penobatan raja pada hari Sabtu ,9 Desember 2017.

Klimaks dari prosesi penobatan itu di Tanggal 10 Desember,diawali dengan berbagai Prosesi Ritual seperti Pencucian atau Pingit, setelah Selesai Ritual Pingit ,Saleh Bantilan akan diusung menuju Batu besar untuk diNobatkan sebagai Raja di Atas Batu di Pantai Gaukan yang dalam Penyebutan Bahasa Tolitoli disebut Lantung.

Pengukuhan Saleh Bantilan yang akbar disapa “Ale Bantilan “ ini mengundang sejumlah Tamu Daerah diantaranya para Raja Raja di Nusantara diantaranya Raja Bone dan Raja Gowa.

Selain itu,Gubernur dan Duta Besar Negara Tetangga dijadwalkan Bakal Hadir bersama Bupati Se propinsi Sulawesi tengah pada Acara Puncak tanggal 10 Desember 2017 bersamaan dengan Hari Ulang Tahun daerah ke 57 Tahun 2017.

“Puncak Acara penobatan Raja Tolitoli dirangkai dengan Puncak acara HUT Daerah Tolitoli ke 57 tahun 2017 “ Ujar Mantan Sekkab Tolitoli selaku Ketua Panitia Pengukuhan Raja Tolitoli Matangguak.***

Reporter : M.Yusuf

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *