Toli toli – Portal Sulawesi.com- Pasca Banjir Bandang Beberapa Lalu Mengakibatkan Beberapa Fasilitas Umum hancur berantakan , salah satunya adalah jembatan penghubung antar dua desa yaitu Desa Tinigi dan Desa Lakatan yang membentang di atas permukaan Sungai Tinigi kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah.
Akibat Putusnya Akses jalan Yang dihubungkan Jembatan Tersebut,Masyarakat Dua Desa yakni Desa Tinigi dan Lakatan harus mengambil jalan memutar yang jaraknya lebih jauh,jika harus melewati bekas Jembatan yang Putus tersebut masyarakat terpaksa memakai Rakit Darurat yang di upayakan Warga sekitar.
Rakit darurat berbahan Dasar Bambu tersebut dibuat dan dioperasikan Warga Tinigi bernama Roy (40),usahanya yang memanfaatkan kebutuhan Transportasi penyeberangan tersebut diminati warga setempat.
Menurutnya, Usaha yang dirintisnya berawal keprihatinannya akan kebutuhan Transportasi warga terutama anak sekolah yang harus berjalan memutar arah untuk mencapai sekolah,sementara banyak Pelajar yang kesekolah berjalan kaki.
“Untuk sekali menumpang rakit kami menarik ongkos Rp.2500,per orang,tidak berlaku untuk pelajar sekolah,untuk anak anak sekolah gratis “ ujar Roy didampingi tiga rekannya yang sabar melayani masyarakat yang membutuhkan Jasa Penyebrangannya.
“Kami memulai jasa penyebrangan ini dari Jam 6 pagi sampai Sore “ Jelas Roy kepada portalsulawesi,Kamis (30/11).
Asnani (12),Sisiwi Sekolah Dasar Islam (SDDI) Alkhaerat di Desa Tinigi mengatakan Dirinya beserta teman teman sekolahnya yang sering memakai Jasa Penyebrangan Rakit tersebut merasa sangat terbantu akan keberadaan Rakit Darurat Hasil Kreasi Roy tersebut.
“Kami merasa sangat Terbantu dengan adanya rakit ini,kami bisa kesekolah tepat waktu dan tidak jalan memutar,semoga Pemerintah cepat membangunkan Jembatan baru buat kami di Tinigi “ Ungkapnya Polos .***
Reporter : Moh.Yusuf








