Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

​Sulteng Siap Jadi Daerah Swasembada Daging

Gubernur Sulteng, H. Longki Djanggola didampingi Kadis Perkebunan dan Peternakan Daerah Provinsi Sulteng,  Nahyun Biantong saat meninjau lokasi pembibitan sapi di Desa Alitupu, Lembah Napu. (fhoto:nila)
Sulteng Siap Jadi Daerah Swasembada Daging

PALU Portalsulawesi. com – Dalam upaya mewujudkan program swasembada daging dan program satu juta sapi,  Pemda Provinsi Sulawesi Tengah telah menyediakan lahan untuk lokasi pembibitan sapi di desa Alitupu,  Lembah Napu.  Dan lokasi tersebut telah dikunjungi langsung oleh Gubernur Sulteng,  H. Longki Djanggola,  Minggu (26/11/2017).

Peninjauan tersebut hanya untuk memastikan kesiapan lokasi kandang pembibitan sapi yang disediakan di lembah Napu, Desa Alitupu.  Ini merupakan salah satu bukti keseriusan Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah dalam menindaklanjuti program nasional. “Terkait program ini,  saya sudah dua kali menemui Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan di Kementrian Pertanian. Dan patut kita syukuri karena ditahun 2018 ini, pihak kementrian sudah berkomitmen akan memberikan dukungan berupa bantuan Bibit Sapi jenis Brahman (BX) dalam jumlah yang cukup besar yaitu sebanyak 1000 Ekor sapi.  Dan harga sapi BX berkisar Rp25 juta per ekor. Termasuk untuk biaya pengirimannya ke Palu sampai di Napu, itu semua dibiayai oleh pemerintah pusat,” ungkap Gubernur Longki Djanggola disela kunjungannya ke lokasi peternakan di daerah lembah Baru. 

Pada kunjungannya itupula,  Gubernur Longki mengharapkan agar Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi,  termasuk kepala desa Alitupu dan para tokoh masyarakat, untuk sesegera mungkin membenahi lahan pembibitan sapi ini dengan baik. Saya harap di awal 2018 ini persoalannya sudah mantap, “ kata Longki. 

Mengingat manfaat dari program sangat besar faedahnya bagi masyarakat  kita didaerah ini dalam rangka mendorong program peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sebelumnya,  lokasi ini juga sudah pernah ditinjau langsung oleh Dirjen Peternakan dan Keswan. Dan hasilnya ditanggapi sangat positif.  Bahkan beliau mengakui kalau lokasi jauh lebih baik dari lokasi peternakan yang ada di Australia dan Sumbawa. “Jadi saya harapkan agar momentum ini harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin, “ pungkasnya.

Perlu diketahui bahwa luas lokasi untuk pembibitan sapi yang disediakan di desa Alitupu ini,  seluas 320 Ha. Dan lokasi ini milik masyarakat hanya saja sistimnya Pinjam Pakai dalam jangka waktu 25 Tahun. “Sudah dibuat kesepakatan antara masyarakat pemilik lahan dengan Pemda provinsi Sulteng dengan sistem perjanjian pinjam pakai.  Sebagaimana tertuang dalam surat perjanjian yang sudah ditandatangani oleh kedua belah pihak.  

Untuk tindakan selanjutnya,  pihak pemprov Sulteng juga akan menyiapkan sarana berupa Unit Pengelola perbenihan Sapi.  

REDAKTUR : NILAWATI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *