Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Patisipasi nyata dalam pengelolaan irigasi melalui program opsi mandiri

Haisar Syamsuddin

Tolitoli, portalsulawesi.id – Kondisi jaringan irigasi yang ada di Kabupaten Tolitoli saat ini kurang lebih 40 % sangat memperihatinkan olehnya itu peranan pemerintah begitu diharapkan agar pendapatan petani lebih meningkat terkait kerusakan yang di alami hal ini terjadi sebagai akibat dari rendahnya pembiayaan untuk melakukan pemeliharaan terhadap jaringan irigasi yang telah dibangun.

Demikian hal ini di katalan oleh  Haisar Syamsuddin Kepala Bidang Sumber Daya Air  Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tolitoli, pasca melakukan rapat Evaluasi Terhadap Program  ‘Opsi Mandiri’  dalam pengelolaan operasi dan pemeliharaan jaringan Irigasi.

Menurut Haisar, bahwa saat ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang  Kabupaten Tolitoli Khusunya Bidang Sumber Daya Air, sedang melakukan Perubahan Pola Pengelolaan Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi.

“Yang selama ini sepenuhnya dilakukan oleh Pemerintah Daerah,  sebagian akan diberikan kepada masyarakat petani melalui perkumpulan petani pemakai air dan gabungan perkumpulan petani pemakai air khusunya dalam pelaksanaan pembersihan saluran dan bangunan-bangunan irigasi lainnya,” ucap dia baru-baru ini.

Pola itu yang dinamakan Program Opsi Mandiri Dalam pengelolaan jaringan irigasi. Opsi Mandiri merupakan perwujudan dari bentuk nyata partisipasi masyarakat petani, karena dalam pelaksanaannya masyarakat Petani melakukan pembersihan jaringan irigasi secara rutin dan mandiri.

“Tidak harus menunggu dana pemerintah untuk melakukannya. Opsi Mandiri, Oleh Kepala Bidang  SDA  Dinas  PUPR Tolitoli, telah dicoba di 4 (empat) Daerah Irigasi yang ada di Wilayah Kecamatan Dampal Selatan, yaitu: Di Bangkir, Tampiala, Kombo, dan Buluminung. Hasilnya sangat menggembirakan, dan tingkat partisipasi masyarakat mengikuti Program  tersebut cukup tinggi. Dalam pelaksanaan Program OPSI,” tuturnya.

Mandiri tersebut, setelah dievaluasi masih perlu dilakukan penyempurnaan-penyempurnaan, khusunya dalam hal pembimbingan kepada P3A/GP3A, baik pembimbingan dari aspek Teknis, Kelembagaan, maupun dari aspek managemen pengelolaanya. Kami sangat Optimis.

“Bahwa Program ini akan berkelanjutan dalam upaya mempertahankan fungsi jaringan irigasi  sebagai salah satu pilihan untuk meningkatkan peran serta masyarakt petani dalam penyelenggaran Irigasi,” katanya. (Syahar)

Berikan komentar dan tanggapan di bawah ini

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *