Tangerang, portalsulawesi.id – Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menyebut korban yang dirawat RSU Tangerang berusia 15-16 tahun. Kondisi korban di RSU mengalami luka bakar serius.
“Korban saya lihat di RS Tangerang, anak umur 15, 16 tahun,” ujar Zaki Iskandar kepada wartawan di depan pabrik petasan yang meledak di Kosambi, Kabupaten Tangerang, Kamis (26/10/2017).
Jawaban ini disampaikan Zaki saat ditanya wartawan soal dugaan PT Panca Buana Cahaya Sukses mempekerjakan anak di bawah umur. Zaki mengakui pengawasan terhadap pabrik, termasuk yang dipekerjakan, sulit dilakukan karena jumlahnya yang banyak.
“Kami agak kesulitan karena (pekerjanya) banyak. (Perusahaan) pekerjakan anak di bawah umur tidak boleh,” tegasnya.
PT Panca Buana Cahaya Sukses, menurutnya, sudah mengantongi izin. Perusahaan mulanya mengajukan izin operasi gudang, kemudian mengajukan izin pabrik packing kembang api.
“Awalnya gudang, tapi mereka minta peningkatan menjadi pabrik packing kembang api. Tahun 2016 mintanya,” sebut Zaki.
KORBAN TEWAS CAPAI 47 ORANG
Korban tewas akibat ledakan pabrik mercondi kawasan Kosambi, Kabupaten Tangerang terus bertambah. Total, ada 47 orang ditemukan tewas di dalam pabrik tersebut.
“Yang dikirim ke RS Polri ada 39 korban. Masih ada 8 lagi. Jadi total 47,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada Kompas.com, Kamis (26/10/2016).
Argo menambahkan, korban selamat yang sudah dilarikan ke rumah sakit sebanyak 46 orang. Mereka mendapat perawatan di RSUD Tangerang dan di RS Mitra Husada.
“Berdasarkan keterangan saksi ada 103 pekerja yang bekerja di pabrik itu hari ini,” kata Argo.

Gudang mercon milik PT Panca Buana ini dikabarkan meledak pada pukul 09.00 tadi. Pihak pemadam baru tiba pukul 10.30 dengan sebelas mobil pemadam.
Saat itu, kondisi gerbang terkunci. Untungnya, warga setempat sempat membobol tembok gudang untuk menyelamatkan para karyawan yang terjebak di dalam. Api berhasil dipadamkan pada pukul 12.00.
https://www.youtube.com/watch?v=2ibRIwuATHw








