Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Diduga banyak penyimpangan, Komisi I DPRD Donggala segera hearing Disdikbud Donggala

Tambal Sulam Pekerjaan rehab Sekolah di Donggala,Diduga Kuat dikerjakan Mitra sekolah dengan mengatas namakan Tim Sukses (Foto Portalsulawesi)

DONGGALA, portalsulawesi.id– Santernya kabar dugaan penyimpangan yang terjadi di Dinas pendidikan Kabupaten Donggala mulai membuat Gerah para Wakil Rakyat, beberapa legislator di Kota Donggala Mulai Angkat bicara.

Ketua komisi I yang menjadi Mitra Dinas pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Donggala ,Abubakar Aljufri mengatakan,fihaknya akan melakukan penelusuran serius terkait beberapa Persoalan yang menjadi buah bibir akhir akhir ini di lingkup dinas yang mengurusi pendidikan tersebut.

“masukan ini penting ditindak lanjuti,memang BPK pernah merilis sejumlah kerugian Negara di Dinas pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Donggala,Cuma secara Rinci item per item kami tidak dapatkan titiknya “ Ujarnya di temui media ini diruang Komisi I DPRD Donggala.

Untuk itu,Politisi partai Golkar ini akan mengupayakan pemanggilan Khusus kepada Dinas pendidikan dan Kebudayaan Donggala dalam waktu dekat ini,beliau akan menggalang suara agar persoalan di dinas yang mengagas Donggala Ngapa Kanamavali tersebut memberikan keterangan Resmi.

Asgaf Umar,Politisi gerindra di DPRD Donggala turut menyahuti Usulan Abubakar Aljufri,beliau mendukung Dewan Perwakilan Rakyat Donggala lewat komisi Satu untuk memanggil Dinas pendidikan untuk memberikan keterangan dan penjelasan.

“Harus ditindak lanjuti segera,ini penting menyangkut pendidikan,itu hak mutlak rakyat yang harus kita suarakan,kita bersuara bukan lagi mewakili komisi ,tetapi murni sebagai anak Bangsa ,jangan Pendidikan dijadikan Ajang Koruptor para pengelolanya” Ujar Asgaf Umar yang duduk di Komisi III DPRD Donggala tersebut.

Tambal Sulam Pekerjaan Rehab Sekolah yang dibiayai oleh DAK 2017 terkesan asal kerja (Foto:Heru)

Sekedar catatan. Disdikbud kabupaten Donggala tahun 2017 menerima kucuran dana DAK dibidang Pendidikan lumayan besar,Nominalnya mencapai Milyaran Rupiah,

Ada Program rehabilitasi sekolah yang dalam Juklak dan Juklisnya dikerjakan dengan Pola swakelola,akan tetapi dalam pelaksanaannya beberapa Kepala sekolah Penerima dana DAK tersebut di intimidasi dan dialihkan pelaksanaannya dengan Modus menjadi Mitra.

Parahnya,Sejumlah Mitra Kerja yang di arahkan Oleh Oknum di Disdikbud Donggala tersebut mengatasnamakan Tim Sukses Bupati, ancaman Mutasi dan Rotasi  kedaerah daerah terpencil membayang bayangi Kepala Sekolah Penerima DAK jika tidak Turut Perintah.

Yang paling heboh lagi,Pengadaan Mobiler di Sekolah sekolah Penerima DAK 2017 diduga dikuasai oleh Oknum Pejabat Pelaksanan Tehnis Kegiatan (PPTK) berinisial AS, hal ini dikuatkan oleh pengakuan sejumlah Kepala sekolah dan Ketua Komite sekolah.

“Untuk Mobiler Kami menyetor langsung kepada Pak Asdin, sekolah kami menyetor 16 Juta ,sampai hari ini barangnya belum ada,kami takut melapor karena katanmya untuk Tim sukses Bupati “ Ujar salah seorang kepala sekolah Kepada Sejumlah Wartawan ditemui di sekolahnya yang terpelosok.

“Tolong identitas kami dan sekolah kami jangan ditulis pak,kami Cuma orang diatur pak “ Ujar mereka memelas.

Selain Persoalan dana DAK 2017 terkait program rehab sekolah, ada Juga Proyek Pengadaan kapal Pendidikan yang dianggarkan oleh Dinas Pendidikan dan kebudayaan kabupaten Donggala tahun 2016 di Dusun Maputi Desa Panggalaseang,kapal yang terkesan di Kerja Asal asalan tersebut menelan biaya Rp 194 juta.

Uniknya,Proyek pengadaan kapal tersebut dikelola di Bidang perencanaan yang semestinya mengelola Anggaran Non fisik, kala Itu Kaepala Bidang perencanaannya dinahkodai Oleh Supriyadi.

Kapal tersebut saat ini belum bisa dipergunakan dan hanya dilabuh jangkar diperairan Maputi,kondisi kapal yang muali Masuk air dan jauh dari standar Keselamatan kapal menjadi factor pertimbangan Pengoperasian kapal yang tidak memiliki Ijin Berlayar serta Minim Alat keselamatan Penumpang.

Kabar terakhir yang dihimpun Portalsulawesi, Kepolisian resort Donggala melalui Unit Kriminal Khusus mulai melakukan Penyelidikan terhadap Keberadaan kapal tersebut, sumber yang layak dipercaya mengatakan bahwa Selain Kapal pendidikan tersebut,ada 17 Item pekerjaan yang mencurigakan ditahun anggaran sebelumnya yang akan ditelusuri.

“ Ada 17 item Kontrak di Bidang perencanaan Disdikbud Donggala akan kami dalami,ada sebuah kesalahan Prosedural dan mal administrasi terpantau oleh kami,insya Allah Kasus kapal ini menjadi Pintu masuk kami mengungkap Dugaan persoalan Korupsi dan Kolusi serta Nepotisme di  dinas tersebut” Ujar Sumber .

Kepala Dinas pendidikan Dan Kebudayaan kabupaten Donggala,Ibrahim Drakel dikonfirmasi terkait persoalan diatas mengatakan fihaknya akan membantu semua fihak dalam rangka perbaikan di instansi yang dipimpinnya, beliau mengakui jika ada beberapa Indikasi kekeliruan yang terjadi di Disdikbud ketika dirinya baru menjabat selaku kepala Dinas.

“Apa yang rekan rekan wartawan Tanyakan sudah saya tindak lanjuti,terkait dugaan Monopoli Mobiler silahkan konfirmasi langsung ke Oknum yang dimaksud,saya mengarahkan semua kegiatan di Disdik ini dikerjakan oleh Penanggung Jawab bidang masing masing “ Ujar Mantan kepala Bapeda kabupaten Donggala tersebut,senin (23/10) kemaren .***

Reporter : H e r u

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *