Palu ,portalsulawesi.id – Pemusnahan 525 Butir Granat Tangan Buatan Korea Tipe K75 dilaksanakan oleh Detasemen Peralatan (DenPal) Korem 132/Tadulako Palu di Lokasi lapangan Tembak Desa Pombewe kecamatan Biromaru Kabupaten Sigi.
Granat Buatan Korea tersebut Umumnya sudah dalam Kondisi Rusak berat dan telah mencapai Usia 15 Tahun, Pemusnahannya dilakukan dengan Jalan di Tanam dikedalam 130 cm dari permukaan Tanah dan diledakkan pakai TNT (dinamit) dan dikendalikan dengan Jarak Aman 150 Meter.
Peledakkan 525 butir Granat ini dilaksanakan sesuai Perintah Pangdam XIII/Merdeka untuk Memusnahkan Bahan bahan Peledak yang telah Kadaluarsa dan Kondisinya rusak Berat, dalam pemusnahan tersebut dilakukan dengan Tiga sesi Peledakkan.
Hal ini disampaikan Kepala Penerangan Korem 132/Tadulako Palu Mayor Inf Dedi Afrizal di Palu, Rabu (18/10),pemusnahan itu dilakukan di sebuah tempat terpencil di Lapangan Tembak Paniki, Desa Pombewe, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi, dipimpin Komandan Denpal Mayor Cpl Hutapea.
Tujuannya adalah agar tidak membahayakan warga yang berada di sekitar gudang penyimpanan.
Dedi juga mengatakan bahwa pemusnahan ini sesuai dengan prosedur tetap pemeliharaan dan pengamanan bahan-bahan peledak yang sudah diatur dari komando atas dan dilaksanakan secara terencana dengan baik agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.
Ia juga menjelaskan bahwa peledakan ini harus dilakukan dari jarak 150 meter dan disaksikan dari jarak aman lebih kurang satu km karena daya lontar pecahan granat sangat jauh dan mematikan.
Karenanya, ujar Dedi, peledakan ini harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian dengan mengutamakan faktor keamanan.
Dikarenakan Efek Getaran dan menimbulkan Suara yang terasa Hingga Radius Satu Kilometer dan berbahaya ,Pihak Korem 132/Tadulako melalui Denpal telah lebih dulu memberitahukan kepada beberapa Pihak terkait yakni Polres Sigi dan Polsek Biromaru dan Kepala Desa Pombewe ,tujuannya adalah memberitahukan dan mensosialisasikan kepada Warganya agar pada saat kegiatan Pemusnahan dan Peledakkan tidak beraktivitas disekitar Lokasi lapangan Tembak Paniki.***
Reporter :Abdul Manaf








