Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

OJK Gandeng Media Untuk Mengedukasi Masyarakat Menyikapi Investasi Pasar Modal

Kepala OJK Sulteng, Syukri Andi Yunus didampingi Kepala BEI Makassar, Fahmin Amirullah, sebagai pemateri di kegiatan pelatihan pasar modal di Sulteng (foto :Nila)

Palu,portalsulawesi.id  – Kemajuan Tehnologi serta Perkembangan Dunia khususnya Bidang Ekonomi membuat sebuah persoalan baru dimasyarakat,ketidak tahuan dan ketidak Fahaman Masyarakat awam terhadap Investasi di Pasar Modal menjadi Perhatian khusus pemerintah khususnya Lembaga sekelas OJK (otoritas Jasa Keuangan) di Sulawesi tengah.

Dan salah satu cara yang paling efektif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat di Sulawesi Tengah terutama yang ada di palu terkait dengan pasar modal, adalah melalui pemahanan dan sosialisasi lewat media.

Dan inilah yang menjadi dasar sehingga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulteng bekerjasama dengan Harian Mercusuar mengadakan pelatihan kepada para jurnalis di palu yakni pelatihan tentang pasar modal dengan tema pasar modal sebagai alternatif dan pembiayaan di Sulawesi Tengah.

Kegiatan pelatihan ini dibuka oleh Kepala OJK Sulteng, Syukri Andi Yunus, pada Kamis (20/7/2017), bertempat di Aula kantor OJK Sulteng. Kegiatan pelatihan ini bertujuan memberikan literasi dan edukasi kepada para jurnalis terhadap pasar modal di Indonesia. Karena pasar modal merupakan instrumen yang sangat vital dalam instruktur perekonomian nasional.

Menurut Syukri Kepala OJK Sulteng, Investor pasar modal di Sulawesi Tengah masih sangat kurang dan hanya 839 orang Sulteng melakukan investasi di pasar modal.

 “Berdasarkan data OJK Sulteng diketahui bahwa jumlah investor di Sulteng yang berinves di pasar modal, jauh dibawah Sulsel yang jumlahnya sudah 7.473 orang. Tentu saja hal ini membutuhkan perhatian serta dukungan dari pemerintah kota palu dan pemda provinsi Sulawesi Tengah dalam mendorong para investor dan masyarakat Sulteng untuk bisa berinves di pasar modal,” ujar Syukri.

Salah satu faktor yang menyebabkan masih sedikitnya jumlah investor di sulteng yang berinves di pasar modal yakni karena masih rendahnya literasi keuangan serta belum adanya akses ke perusahaan efek.

“Makanya OJK bekerjasama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) akan membuka galeri mobile di salah satu universitas yang ada di palu dan diharapkan ini bisa membuka akses yang seluas-luasnya terhadap pasar modal,” tuturnya.

 Pada kegiatan pelatihan tentang pasar modal, OJK Sulteng telah menghadirkan Fahmin Amirullah Kepala BEI Makassar yang begitu banyak memaparkan tentang pasar modal, investasi saham dan simulasi transaksi saham. Fahmi mengatakan bahwa berinvestasi di saham memiliki potensi untuk mendapatkan return yang lebih tinggi dan tentu saja tingkat resikonya jelas ada.

“Karena itu dibutuhkan literasi keuangan yang cukup dan keterampilan yang baik bila masyarakat ataupun investor mau berinves saham di pasar modal,” jelas Fahmi.

Olehnya diharapkan kehadiran para jurnalis pada kegiatan pelatihan ini dapat memberikan edukasi kepada masyarakat di Sulteng dalam upaya mendukung pemerintah daerah mengembangkan pasar modal di daerah ini. Disisi lain, pelatihan ini meningkatkan wawasan bagi para jurnalis tentang pasar modal.

Sebelumnya itu, Tasman Banto Pemimpin Redaksi harian Mercusuar menyampaikan terima kasih kepada pihak OJK yang telah merespon inisiasinya dalam pelaksanaan kegiatan pelatihan ini. “Dengan demikian diharapkan para jurnalis palu akan lebih mudah memahami tentang pasar modal serta istilah-istilah yang dipakai dalam penulisan terkait pasar modal,” tuturnya.***

Reporter : N I L A W A T Y

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *