PALU portalsulawesi.id – Pasca lebaran Idul Fitri 1438 Hijriyah, dibeberapa wilayah di Kota Palu terjadi kelangkaan gas elpiji terutama yang ukuran 3 kg.
Parahnya lagi kelangkaan itu terjadi tidak merata sebab ada disejumlah pengecer masih ditemukan penjualan tabung gas elpiji ukuran 3 kg, hanya saja harga jualnya sangat tinggi melebihi standar Harga Eceran Tertinggi (HET).
Dari pantauan media ini, disejumlah pasar tradisional yang ada di palu, keberadaan tabung gas elpiji ukuran 3 kg ditingkat pengecer saat ini masih kosong, Kondisi yang sama ditingkat agen juga terjadi kekosongandan Kelangkaan Tabung Melon, Yang ditemukan hanyalah tumpukan tabung yang kosong.
Seperti pengakuan Ibu Ramlah, seorang ibu rumah tangga, Dia mengakui kalau dirinya sudah berkeliling di pasar tradisionil Masomba tapi tidak satupun pengecer yang menjual tabung gas elpiji ukuran 3 kg, Yang tersisa hanyalah tabung gas yang kosong dan masih menumpuk.
“saya sudah keliling di pasat ini tapi disemua pengecer pada koson, dan ini saya coba lagi mencari di agennya siapa tahu masih ada,” kata Ramlah Pada kamis (29/6/2017).
Kondisi yang sama terjadi disejumlah kelurahan Besusu. Baik ditingkat agen maupun ditingkat pengecer, semuanya pada kosong.
Dan bisa saja ini karena ulah pengecer yang sengaja melakukan penimbunan sehingga mereka bisa seenaknya memainkan harga.
“Saya temukan di salah satu pengecer di jalan Hangtuah, harga gas elpiji yang 3 kg dipasarkan seharga Rp30 ribuan keatas,” kata Arini salah seorang ibu rumah tangga dari kelurahan Besusu Tengah.
Melihat kondisi yang ada, warga berharap agar pemerintah kota palu melalui dinas terkait untuk segera mengambil sikap. Jangan sampai kondisi ini dibiarkan berlarut-larut sebelum membuat masyarakat resah akibat kelangkaan yang berujung pada kenaikan harga.***
Reporter: N I L A








