Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

DPRD Donggala Agendakan Panggil Direktur PT BTI Pasca Viral Video Diduga Longsoran

Donggala, Portalsulawesi.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Donggala akan mengagendakan pemanggilan direktur perusahaan PT. Bosowa Tambang Indonesia (BTI) terkait dengan peristiwa tanah longsor yang terjadi di Desa Loli Saluran, Kecamatan Banawa.

Wakil rakyat ingin mengklarifikasi soal dampak yang ditimbulkan secara langsung oleh masyarakat Desa Loli Saluran, Meski proses perizinan pertambangan sudah diambil alih oleh pemerintah provinsi, menurut Ketua DPRD Kabupaten Donggala Moh. Taufik, DPRD Donggala tetap akan meminta keterangan dari BTI

Lanjut ia mengayakan Pada prinsipnya kami akan mengundang direktur PT BTI. Walaupun sekarang perizinan tambang galian C bukan wewenang Pemkab Donggala, tetapi dampak dari tambang galian C ini dirasakan langsung oleh masyarakat khusunya masyarakat Desa Loli Saluran,” ujar Taufik.

Penting dan wajib bagi DPRD Donggala segera memanggil direktur  PT BTI,dan mengagendakan pertemuan tersebut.
“DPRD Donggala segera berkomunikasi dengan Komisi III yang membidangi masalah pertambangan tersebut pada Senin, 17 atau Selasa,  18 Februari DPRD, tegas ketua dprd donggala.
Sekedar mengingatkan kembali sebuah video viral yang direkam oleh seorang guru SD, detik-detik longsor yang terjadi di Desa Loli Saluran, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pada Jumat, 14 Februari 2025 sekitar pukul 09.00 WITA.

Peristiwa ini membuat panik warga sekitar, terutama karena longsor terjadi di area pertambangan galian C.
Video tersebut memperlihatkan material longsor yang jatuh di sekitar pemukiman warga, tepatnya di belakang SDN 21 Banawa.

Beruntung, hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun pengungsi.

Sementara itu Kepala Badan Bencana Daerah Kabupaten Donggala Abdul Muin yang dimintai keterangan, Jumat (14/2/2025), mengatakan bahwa peristiwa longsor jauh dari pemukiman warga dan ada korban jiwa atau pun rumah dan fasilitas pemerintah rusak.ucapnya.***

Pewarta: Basrudin