PALU,portalsulawesi.id – Kebebasan di dunia sosial media sekarang ini sudah sangat mudah menjebak orang masuk bui.Makanya masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati dalam menanggapi berita-berita atau informasi yang diperoleh dari media sosial, Karena bisa saja itu belum tentu kebenarannya.
“ Sangat perlu bagi kita untuk melakukan kroscek atas kebenaran informasi tersebut. Demikian halnya dengan fhoto ataupun video yang sangat mudah untuk direkayasa menjadi berita hoax “Kata Dedet Surya Nandika, Direktur Kemitraan Komunikasi Kominfo RI.
informasi dalam bentuk tulisan, fhoto ataupun video mudah sekali diubah jadi hoax.
“Makanya Jangan terlalu mudah percaya dengan informasi yang sifatnya menyesatkan, yang mendiskreditkan seseorang itu sangatlah mudah untuk dilakukan. Demikian halnya dngan fhoto. Merekayasa fhoto itu juga sangat mudah. Jadi waspadalah terhadap tulisan, fhoto ataupun video yang bersifat hoax,” himbau Dedet diacara temu lembaga komunikasi sosial yang bertemakan bijak hadapi hoax.
Kegiatan tersebut digagas oleh Kominfo RI bekerja sama dengan Dinas Kominfo Sulteng. Kegiatan berlangsung di Swissbell Hotel pada Selasa (13/6/2017) di ikuti Perwakilan Media ,LSM, Pemerhati Sosial dan Juga Pemerintah.
Menanggapi berita Hoax yang belum lama ini terjadi di Kota Palu, Moh.Nizam, Kadis Kominfo Sulteng sangat berterima kasih kepada Lembaga adat Kota Palu, yang dengan cepatnya mengatasi persoalan tersebut sehingga kondisi keamanan di kota Palu tetap aman dan kondusif.
“Kiranya hal semacam ini patut menjadi contoh bagi kita semua untuk lebih bijak dalam menanggapi berita-berita hoax. Jangan langsung terbawa emosi bila mendengar atau membaca tulisan,fhoto ataupun video hoax,” pungkasnya.
Ibarat kata jangan jari jempol lebih cepat dari otak. Menurut Henry Subiakto, staf ahli bidang hukum Kominfo RI, hadir sebagai salah satu pemateri dikegiatan ini, mengingatkan kita semua untuk lebih hati-hati dalam membuat sebuah status di medsos apalagi dalam menerima informasi melalui medsos karena belum tentu kebenarannya.
“ Untuk itu perlu dilakukan cek and ricek terkait suatu pemberitaan yang sifatnya negatif. Apalagi sudah ada fatwa MUI yang senantiasa mengajarkan kita semua tentang bagaimana bermain medsos yang baik,” tegas Henry yang juga salah satu guru besar di FISIP Universitas Airlangga.
Beliau sangat berharap agar masyarakat senantiasa lebih bijak dalam menanggapi informasi baik itu dalam bentuk tulisan, fhoto ataupun video yang sifatnya negatif dan berbau hoax.***
Reporter /Editor :N I L A W A T Y








