Palu,Portalsulawesi.Id- Maraknya gangguan keamanan kelompok geng motor akhir akhir begitu meningkat membuat Kepolisian Resor Kota Palu menggelar operasi rutin, hal ini guna memberikan rasa aman bagi warga Kota Palu yang resah akibat ulah kelompok tersebut
Hal itu disampaikan Kelapa Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Palu, Kombes Pol Barliansyah S.I.K ,M.H di kantor Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Pengurus Daerah Sulawesi Tengah (Sulteng), Kamis (08/03/2024).
Barliansyah mengemukakan, saat ini pihak Polresta Palu sudah mendeteksi sebanyak 18 geng motor yang tersebar di sejumlah titik di Kota Palu. Mayoritas anggota geng motor teridentifikasi berusia diantara 13 hingga 22 tahun, dan di dominasi oleh pelajar.
” Hasil pendalaman kami, mereka anak anak kita bergabung geng motor ini pengen menunjukkan dominasi dan eksistensinya di daerah masing masing ” jelas Barliansyah.
Untuk itu, dia mengajak kepada semua pihak untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kota Palu.
“Kami melakukan kegiatan operasi rutin. Sasaran lokasi tindak pidana. Melaksanakan kegiatan patroli,” tutur Kapolresta Barliansyah.
Kemudian, lanjut dia, Polresta Palu melakukan kegiatan operasi selektif dengan mempatkan personil tim reserse di setiap lokasi yang terdeteksi.
“Kegiatan tanggap bila ada laporan masyarakat. Mengadakan sanksi pidana bagi mereka yang terbukti melanggar tindak pidana,” katanya.
Dengan banyaknya geng motor yang tersebat di Kota Palu, diharapkan adanya partisipasi masyatakat dan stakeholder untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Palu.
Adapun geng motor itu masing-masing terbagi empat wilayah Kota Palu, mulai dari Palu Barat, Palu Selatan, Palu Timur, dan Palu Utara.
Tim Selatan terdiri dari 13 geng motor:
1. Geng Kaltex, wilayah Kelurahan Kalikoa
2. Geng Tosiba atau Tosilae Bavona, wilayah Kelurahan Silae
3. Geng Sarkopa/SRKP, wilayah Malaya Kelurahan Kalukubula
4. Geng Turunan, jalan Bali Wilayah Kelurahan Lolu Selatan
5. Geng Anap Neo, wilayah Kelurahan Maesa
6. Geng Pogesta, Kelurahan Donggal Kodi
7. Geng Batalion belum diketahui
8. Geng Stater belum diketahui
9. Geng Las Vegas belum diketahui
10. Geng Batlax, wilayah Kelurahan Tinggede
11. Geng Asteban jalan Dr Wahidin Kelurahan Besus Barat
12. Geng Simpang, Kelurahan Donggala Kodi
13. Geng Tanza, wilayah Tanjung Satu Kelurahan Tatura Utara.
Tim Barat terdiri dari 2 geng motor:
1. Geng Lambesu, wilayah Kelurahan Nunu
2. Geng NF, belum diketahui.
Tim Timur yang terdiri dari 2 geng motor:
1. Geng 13 street, belum diketahui
2. Geng Bados, jalan Tombolotutu Kelurahan Talise Valangguni.
Tim Utara terdiri dari 1 geng motor:
1. Geng Tawaeli, wilayah Kelurahan Tawaeli.
Barliansyah mengemukakan, pada saat razia beberapa waktu lalu, tim Polresta Palu mengamankan 96 orang dengan batang bukti, sebilah parang, satu katapel, delapan buah mata busur panah, sebilah pisau badik.
“Satu buah topeng, satu buah alat hisap sabu, yang disebut masyaakat bong, 68 unit sepeda motor, dan bendera geng motor,” ungkapnya.
Sementara, sebut Barliansyah giat patroli Sabhara yang kedua telah mengamankan 22 orang dengan barang bukti, 10 unit sepeda motor, satu buah cerulit warna merah, sebilah parang.
“Dua bilah pisau badik, satu buah katapel, tiga buah busur panah, satu buah gir motor beserta tali,” jelas Barliansyah.
Ia mengatakan, total anggota geng motor yang telah diamankan pihak Polresta Palu berjumlah 118 anggota geng motor.
Menurut Barliansyah, tidak semua anggota geng motor melakukan tindakan kriminal, dia meyakini masih ada di antara mereka yang bisa dilakukan pembinaan dan bisa berbuat lebih bermanfaat bagi masyakat.
Pihak Polresta akan melakukan pembinaan terhadap anak-anak geng motor, sebab tidak semua dari mereka punya keinginan berbuat kriminal.
“Mereka anak anak kita, masih sangat memungkinkan dibina, kami telah mempersiapkan langkah pembinaan ” kata orang nomor satu di Jajaran Polresta Palu.
Barliansyah mengimbau masyarakat bersama semua stakeholder di Kota Palu untuk menjaga keamanan dan ketertiban, terutama dari ganguan geng motor.
Yang paling utama adalah, pendidikan dari orang tua, guru, keluarga, dan lingkungan masing-masing. Polisi siap memberikan edukasi bila diundang oleh pihak sekolah maupun lingkungan masing-masing. ***
Pewarta : Aditya
Editor. Heru









