Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Aktivitas Pengangkutan Batu Gajah di Silae Diduga Tak Miliki Ijin, APH Diam

Palu,Portalsulawesi.Id – Tingginya kebutuhan material bebatuan untuk proyek infrastruktur diwilayah kota Palu ,Sigi dan Donggala berdampak kepada meningkatnya aktivitas pengangkutan, mobil truk baik yang beroda 6 hingga 10 tampak hilir mudik diruas jalan dalam kota Palu.

Selain mengakut material pasir,batu dan kerikil (Sirtukil), mobil Truck juga sering terlihat mengangkut bebatuan dengan diameter besar atau sering disebut batu gajah atau batu Border. Bebatuan tersebut banyak berasal dari lokasi perusahaan tambang Galian C yang ada sepanjang jalan trans Nasional Palu- Donggala.

Tetapi, saat ini ada pula pengangkutan material batu gajah didalam kota Palu dan mulai dikeluhkan warga. Lokasi pengangkutan material batu tersebut berada di kelurahan Silae,tepatnya di samping Hotel Swissbell jalan Malonda Kota Palu.

Kabarnya, material bebatuan yang ditampung dilokasi dipesisir pantai tersebut merupakan material yang diduga tidak memiliki ijin. Hal ini berdasarkan histori dari bebatuan tersebut ,dimana asal material bebatuan yang berdiameter besar tersebut dahulunya dari kelurahan Balaroa.

” Bebatuan itu asalnya dari lokasi pemerintah kota Palu yang dulunya diolah dan ditampung oleh salah seorang , batu itu berasal dari lokasi yang sekarang dibangunkan huntap Balaroa ” ujar Aripin, salah satu tokoh masyarakat kelurahan Balaroa.

Menurutnya,bebatuan yang ditampung disebelah Hotel Swissbell itu dahulunya akan dipergunakan untuk proyek reklamasi Pantai Teluk Palu tahun 2014 silam.
” Diambil dilokasi tanah Dispora dulu itu batu, ditampung dilokasinya salah satu pengusaha dipalu,ya disitu…di silae samping hotel Swissbell ” ujarnya memberi kesaksian.

Sementara itu, salah seorang warga Silae merasa terganggu dengan aktivitas angkut batu Border dilokasi padat pengguna jalan.
” Masak ada aktivitas angkut batu gajah dalam kota tidak ada pengawas lapangannya,mobil truk semaunya saja keluar masuk ,membahayakan pengguna jalan” gerutu Arya.

Dalam pantauan media ini, aktivitas pengangkutan material bebatuan di kelurahan Silae ini terkesan dibiarkan aparat penegak hukum diduga kuat karena ada oknum Polisi dan TNI Yang ikut membekingi.

” Kalo mau tanya terkait izin, ketemu sama komandan saja, ini proyeknya orang Polda dan yang punya alat itu anggota TNI ” ujar salah seorang pekerja yang ditugaskan mengawasi lokasi tersebut.

Media ini mencoba mengkonfirmasi salah seorang Perwira Polisi berpangkat Kompol yang disebutkan pelaksana lapangan tersebut ,tetapi hingga berita ini tayang belum mendapat respon.***

Pewarta : Moh.Yusuf
Editor. : Heru