Palu,Portalsulawesi.Id- Kepolisian Resor Kota Palu Sektor Palu Selatan tengah menyelidiki dugaan pencurian besi jembatan milik pemerintah Kota Palu di bantaran sungai Palu yang terjadi pada Sabtu ( 18 /11/2023) ,pencurian yang menyasar besi gelagar jembatan tersebut sempat menghebohkan warga di jalan Anoa II .
Aksi nekat pencuri besi asset pemkot ini dilakukan secara terang terangan dengan mempergunakan mobil tronton, besi gelagar yang panjangnya 12 meter dipenggal menjadi beberapa bagian dengan bentang 6 meter.
Akibatnya, ada empat orang diperiksa pihak kepolisian terkait aksi pencurian ini. Informasi yang berhasil dihimpun diketahui bahwa mereka yang diduga mendalangi aksi pencurian besi aseet tersebut terdiri atas dua wanita dan dua pria.
Diduga,salah satu orang yang mendalangi aksi pencurian tersebut merupakan anggota Polri.
Mereka yang diduga terlibat dan telah dimintai keterangan Polisi diantaranya dua wanita yakni MY dan TN,sedangkan yang pria berinisial FH dan RM,
Dari sumber yang terpercaya, RM diduga kuat adalah anggota Polri aktif .
Kapolresta Palu,Kombes Polisi Barliasyah dikonfirmasi terkait kasus ini menyatakan belum sepenuhnya mendapat laporan dari Polsek Palu selatan sebagai pemilik wilayah tempat kejadian perkara terjadi.
“ maaf mas,saya masih dijakarta,baru selesai Rakornas Gakumdu “ tulis KBP Barliansyah lewat aplikasi WhastApp keredaksi media ini.
Terkait dugaan keterlibatan anggota Polri tersebut, Kapolresta Palu berjanji akan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku.
“jika ada anggota Polri yang terlibat,kami akan tindak ,tidak ada yang kami tutup-tutupi “ tegasnya ,Selasa (28/11/2023).
Sedangkan Kapolsek Palu Selatan, AKP Veli SH saat dihubungi enggan berkomentar banyak . kepada media ini, dirinya hanya membenarkan bahwa pihaknya tengah menangani kasus pencurian tersebut.
“kasusnya sedang lidik, ada beberapa orang telah kami mintai keterangannya “ jawabnya singkat.
Dirinya meminta agar media menunggu keterangan resmi Polresta Palu esok hari, “untuk jelasnya, kita informasi satu pintu saja,melalui Humas,pak kadek “ ujarnya melalui sambungan telepon.
Dari penelusuran media ini, besi yang dicuri tersebut bukan hanya terjadi di bantaran sungai palu di kompleks maesa bawah dekat jembatan gantung, tetapi besi yang sejenis di halaman kantor Pekerjaan Umum Kota Palu di kawasan hutan kota.
Besi yang telah dipotong dua tersebut ditemukan warga tengah diangkut dengan mempergunakan mobil tronton dan mobil Derek mini, dari pengakuan sopir mobil angkut tersebut bahwa dirinya hanya disuruh.
Besi tersebut merupakan besi H yang merupaka bekas besi Gelagar jembatan palu IV yang hancur diguncang gempa 18 September 2018 silam , dahulunya besi tersebut tidak ikut dilelang oleh Pemkot palu karena masih dianggap pantas untuk dipergunakan kembali.
Besi gelagar jembatan tersebut dulunya merupakan besi tumpuan yang terletak di oprit jembatan baik dari arah Timur dan barat jembatan kota Palu, jumlah besi gelagar tersebut sebanyak 20 batang.
“besi itu merupakan besi gelagar bentang pendek yang dahulunya merupakan penopang lantai jembatan diatas Oprit sebelum bentang utama yang melengkung “ ujar sumber terpercaya.
Dalam penelusuran media ini, sebelum beraksi di bantaran sungai palu di sekitar Maesa , para pencuri tersebut sebelumnya juga telah mengeksekusi besi jembatan yang beratnya ratusan kilo tersebut di seputaran Kantor PU Kota Palu di hutan Kota.
“kami kira orang PU yang angkut, malam malam dorang muat, pakai mobil tronton dan pakai mobil crane ,kita tidak berani tegur “ ujar warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan , saat ditemui disekitar TKP hutan kota.
Pencurian asset Pemkot ini diduga dilakukan kelompok yang terorganisir,karena keberanian mereka menyasar lokasi penyimpanan besi bekas gelagar jembatan Palu IV secara terang terangan.
Kepala Dinas PU Kota Palu ,Singgih Prasetya belum berkomentar banyak terkait kasus ini, dirinya berjanji secepatnya memberikan keterangan kepada media ini.
“ nanti kita ketemu dinda,saya jelaskan terkait besi itu, saya juga kaget ternyata barang itu sudah tidak ada disamping kantor “ jawabnya singkat.***
Pewarta : Heru








