Palu,Portalsulawesi.Id- Perwakilan panitia Muktamar Besar XI Alkhairaat menemui Gubernur Sulawesi Tengah, H.Rusdi Mastura di ruang kerjanya, Jumat (11/08/2023). Dalam pertemuan tersebut beberapa hal turut dibahas ,gubernur meminta semua pihak untuk menyukseskan pelaksanaan Muktamar Besar XI Alkhairaat yang akan dihelat pada bulan september mendatang.
Perwakilan panitia Muktamar XI Alkairaat itu dipimpin ketua panitia Moh. Nizam, H. Hamdan Rampadio (SC), Ahsan Mardjudo (Sek.SC), Zainuddin Tambuala dan Koordinator Publikasi dan Dokumentasi, Azhar Hasyim.
Dalam pertemuan tersebut, Cudy,sapaan akrab Gubernur Sulteng tersebut menekankan agar dalam Muktamar dijadikan ajang untuk menyelesaikan permasalahan internal yang belakangan ini mencuat di yayasan Alkhairaat.
“Saya Sampaikan kepada mereka (penolak ketua utama), Jangan coba-coba ribut. Jangan seperti preman. Selesaikan masalah di Muktamar,” kata mantan Walikota Palu dua periode tersebut.
Masih menurut Cudi, sebagai abnaul dirinya mengingatkan bahwasanya Alkhairaat milik ummat dan bukan milik keluarga ataupun kelompok tertentu saja.
“Lembaga pendidikan tidak boleh terganggu, kalau terganggu kami bisa saja mengambil alih Alkhairaat. Banyak kader putra daerah alumni Alkhiaraat yang mampu dan bisa mengurus Alkhairaat,” ancam Cudi.
Dia meminta kepada pihak-pihak yang terus-terusan mengganggu Alkhairaat untuk berhenti.
“Sampaikan ke mereka jangan coba coba ganggu Alkhairaat,” tegasnya.
Gubernur juga menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap Muktamar ke-11 sebagai upaya membesarkan Alkhairaat.
“Karena Alkhairaat ini milik umat Islam dan masyarakat Sulawesi Tengah,” tegas gubernur.
Rencananya, Muktamar Besar ke XI Alkhairaat akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo . Olehnya Gubernur meminta Panitia Muktamar untuk menyampaikan Undangan untuk Presiden agar disampaikan secara langsung.
“Tolong undangan (pembukaan muktamar) disampaikan untuk Saya serahkan kepada Pak Presiden,” kata gubernur agar panitia segera membuat undangan yang dimaksud.
Pernyataan tegas Gubernur Sulteng ini seakan menjadi jawaban terhadap kisruh internal yang selama ini menyelimuti Yayasan terbesar di Indonesia timur yang didirikan Sayyied Habib Idrus Bin Salim AlJufrie.***
Sumber : Siaran Pers Panitia Muktamar Alkhairaat ke XI
Ditulis Kembali : Heru








