Palu,Portalsulawesi.Id- Ditengah belum pastinya keberadaan Hunian tetap bagi Sebagian besar penyintas bencana Kota Palu serta dugaan Defisitnya pemasukan APBDnya, Walikota Palu Hadiyanto Rasyd membawa para lurah dan sejumlah pejabat Kota Palu untuk bertandang ke Kota Batam.
Informasi yang dihimpun media ini, para kepala kelurahan dan camat serta pejabat di lingkup Pemkot Palu bertolak ke Batam melalui Bandara Mutiara Sis Al-Jufrie Palu pada hari Selasa pagi , (14/06/2022) , para Lurah dan pejabat Pemkot yang ikut rombongan Transit di Bandara Soekarno Hatta pada pukul 11.00 Waktu setempat.
Walikota Palu ,Hadiyanto Rasyd sebelumnya telah berada di ibukota Jakarta menunggu rombongan para lurah Dari Kota Palu bergabung sebelum akhirnya berangkat Bersama ke Kota Batam.
Dalam rombongan yang menuju Kota Batam, tampak Sekertaris Kota Palu, Irmayanti bersama para Lurah,Camat , Kepala Bappeda Kota Palu Arfan, Plt DLH Kota Palu Imran Lataha, Kadis Perkim Zulkipli, Kadishub serta sejumlah kepala OPD terkait lainnya.
Kabag Humas Pemkot Palu, Yuyun Yotomaruangi saat dikonfirmasi media ini belum bicara banyak, melalui pesan singkatnya via WhastApp yuyun hanya memberitahukan jika dirinya masih diluar kota.
“Maaf, saya lagi diluar kota “ tulis Kabag Humas Pemkot Palu dalam pesan singkatnya.
“Sy mo naik pesawat pak,boleh WA sj,kalo lama di bls mohon maaf ya “ tulisnya mengakhiri percakapan dengan redaksi , selasa (14/06/2022).
Redaksi mencoba mengkonfirmasi terkait agenda walikota Palu Hadiyanto Rasyd Bersama sejumlah Pejabat Kota Palu termasuk para Lurah ke Kota Batam tidak mendapat respon dan jawaban.
Kota Batam adalah kota terbesar di Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Wilayah Kota Batam terdiri dari Pulau Batam, Pulau Rempang dan Pulau Galang dan pulau-pulau kecil lainnya di kawasan Selat Singapura dan Selat Malaka. Pulau Batam, Rempang, dan Galang terkoneksi oleh Jembatan Barelang.
Batam merupakan salah satu kota dengan letak yang sangat strategis. Selain berada di jalur pelayaran internasional, kota ini memiliki jarak yang sangat dekat dan berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia. Sebagai kota terencana, Batam merupakan salah satu kota dengan pertumbuhan terpesat di Indonesia.
Jika benar ingin studi banding kebersihan, seharusnya pemerintah kota Palu berkunjung ke delapan kota terbersih di Indonesia yakni Kota Palembang, Kota Balikpapan, Jakarta Pusat, Tangerang , Kota Malang, Makassar , Surabaya dan Semarang.
Beberapa orang yang mengikuti rombongan Walikota Palu ke Batam sempat terlihat nongkrong di Dé Patros Café, Terletak di jalan Harbour Bay, Sungai Jodoh, Kec. Batu Ampar, Kota Batam ,Selasa malam ( 14/06/2022) , sebelumnya juga sempat berswa foto di Alun-Alun Engku Putri, dengan latar tulisan “WELCOME TO BATAM” tercetak jelas di bukit yang letaknya tak jauh dari Masjid Raya Kota Batam, Bukit Clara.

Dari sumber terpercaya diketahui, serapan pendapatan daerah dari dua sektor penghasil PAD yakni iuran sampah yang dikelola DLH serta jasa perparkiran yang ditangani dinas perhubungan hingga triwulan ke dua tahun 2022 ini belum mencapai hasil yang signifikan.
Informasinya, dari pembayaran Iuran sampah baru terserap PAD dikisaran Rp.600 Juta dari Rp.30 Milyar yang ditargetkan , demikian pula disektor Jasa perparkiran Dishub Kota Palu yang ditarget Rp.30 Milyar pertahun masih jauh dibawah harapan serapannya.
Minimnya serapan PAD dari sektor iuran sampah yang dikelola Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terlihat jelas saat Walikota Palu mengeluarkan surat edaran nomor 400/1766/BPKAD/2022 tertanggal 30 Mei tahun 2022 yang di tujukan kepada para Kepala Dinas, Kepala Badan,Kantor Camat dan Lurah dilingkup Pemkot Palu.

Dalam surat tersebut , Walikota Palu Hadiyanto Rasyd meminta para Kepala Dinas,Kaban,Camat dan Lurah agar memerintahkan kepada para pegawainya untuk melunasi iuran sampah setiap bulannya, dicantumkan dalam surat tersebut bahwasanya iuran sampah merupakan syarat untuk dibayarkannya Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).
Belum diketahui, berapa banyak anggaran pendapan daerah yang terserap dari perjalanan Walikota Palu dan para lurah serta pejabat terkait ke Batam ,apakah mereka hanya ke Batam atau sembari “jalan -jalan” Ke Singapura dan Malaysia?.
Hingga berita ini tayang, belum ada keterangan resmi dari pihak pemkot Palu terkait agenda kegiatan para pejabat dan Lurah sekota Palu ke Kota Batam , apakah benar Studi banding atau hanya plesiran?..****
Pewarta : Heru








