Tolitoli , Portalsulawesi.ID – Kasus Gizi Buruk di Kabupaten Tolitoli setahun belakangan ini meningkat secara drastis, hal ini diungkapkan Politisi Golkar ,Jemi Yusuf yang menjabat sebagai Wakil Ketua I DPRD Tolitoli.
Menurutnya, di tahun 2020 Jumlah kasus Stanting dan Gizi Buruk meningkat tajam, 100 %, di tahun 2019 ada 25 kasus dan di tahun 2020 ini menjadi 51 kasus dengan satu anak meninggal dunia akibat Gizi buruk,” Terang Jemi Yusuf di Markas Tolitoli Lawyers club ( TLC ) Jum’at ( 06/08/2021 ).
Dalam amatan Politisi Golkar ini, Akibat dari gizi buruk ada sebanyak 41 % kasus Stanting dan gizi buruk ini terjadi di kecamatan Dampal selatan , mirisnya kasus terbanyak Gizi Buruk terjadi di daerah Dampal Selatan yang memiliki luas areal pertanian cukup luas.
“ yang kita tau bersama kalau Dampal Selatan sebagai lumbung padi kabupaten Tolitoli, dimana daerah ini memiliki sawah yang cukup luas,” ungkapnya.
Lanjut Jemi, ia lebih mempertegas semoga program bantuan benih padi yang kaya Nutrisi dapat menjadi salah satu solusi untuk menekan dan menurunkan status kejadian luar biasa ini ( KLB )
Jemi berharap semoga program penanggulangam stanting dan gizi buruk di kabupaten penghasil cengkeh ini dapat berjalan dan terkoordinasi dengan baik, harapnya.
Kepala Dinas kesehatan Kabupaten Tolitoli , Anjas Marah,Spt.MP. saat di konfrmasi di ruang kerja Mengatakan saat ini kasus gizi buruk sudah menjadi isu Nasional .
“ kami dari dinas kesehatan sendiri sudah melakukan interpensi terhadap penderita kasus gizi buruk, dan di tahun 2019 bahwa dari 19 kasus di awal tahun 2020 itu sekitar 16 kasus sembuh, ” Jelas Kadis kesehatan Anjas Marah kepada Portalsulawesi.Kamis (05/08/2021)
Lanjut Anjas, seiring dengan perkembangan Covid – 19 tahun 2020 dan terjadi pembatasan – pembatasan dan menurut kami, itu berkenaan langsung dengan masyarakat miskin, dan saya kira kita sudah dengarkan bersama bahwa data kami dan data beberapa anggota DPRD itu cenderung sama bahwa kasus gizi buruk dari total 20 kasus keluarga gizi buruk itu 90 % Masyarakat miskin terlebih dari 90 % itu masuk masyarakat Gakim, ” Papar Anjas’
Ditambahkan Anjas bahwa Pihak Pemerintah Kabupaten Tolitoli sejak tahun 2019 terus berupaya menangani secara maksimal penanggulangan kasus Gizi Buruk, tindakan interpensi dari setiap laporan terkait Gizi Buruk langsung mendapat penanganan secara Prioritas.
“ semua kasus gizi buruk di tahun 2019 dan di tahun 2020 semuanya kita tangani dengan serius dan kami langsung memberikan interpensi, setiap ada laporan kasus gizi buruk dari Puskesmas berdasarkan hasil pelacakan itu langsung kita berikan interpensi, dan bantuan makanan,” Tutup Anjas.
Kasus Gizi Buruk dan Stunting yang tinggi di Kecamatan Dampal Selatan menjadi Pekerjaan rumah Pemerintah daerah yang wajib dituntaskan secepat mungkin, apalagi Kecamatan Dampal Selatan merupakan kampung halaman Bupati Tolitoli Periode 2021-2024,Amran Yahya.***
Pewarta : Moh.Yusuf








