Palasa,Portalsulawesi.Id-Aktifitas perusahaan Tunggal Mandiri Jaya (TMJ) di Desa Palasa Tangki, Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong meresahkan masyarakat yang ada di sekitaran desa Palasa Tangki.
Kabarnya,perusahaan tersebut telah lebih setahun beroprasi di bantaran sungai palasa.
Keberadaan pengolahan Gilingan Batu tersebut mulai menuai keluhan warga , pasalnya akibat keberadaanya sebagian besar akses jalan desa hancur di akibatkan oleh lalu lalangnya Truk pengangkut material milik (TMJ) dengan Tonase diatas rata rata.
Salah seorang warga palasa tangki yang juga anggota BPD desa Palasa Tangki menjelaskan bahwa masuknya perusahaan didesanya semasa peralihan kepemimpinan dari Imran Dg Gumara selaku Kepala desa lama kepada Pj.Kades Palasa Tangki yaitu Sunarti S.sos
” kami selaku BPD tidak mengetahui sejak kapan perusahaan itu mendapat ijin beroperasi didesa ini,soalnya keberadaan perusahaan itu tidak pernah ada sosialisasi apapun ” ungkap Rusno kepada portalsulawesi.
Menurutnya, selain tidak ada sosialisasi kepada masyarakat Desa Palasa Tangki, kontribusi perusahaan terhadap desa juga tidak jelas jumlahnya.
” katanya setiap retasi bayar Rp.20.000,tetapi sehari berapa ret tidak jelas karena tidak ada pencatatan dari desa,catatan yang dipakai hanya dari perusahaan ” katanya.
Hal yang sama diungkapkan Imran Dg Gumara selaku mantan Kades,menurutnya disaat dirinya masih menjabat perusahaan hanya sekedar survei lokasi.
” dulu saat saya masih menjabat,perusahaan pernah datang survei dan belum ada kejelasan bahwa akan beroperasi disini ” akunya.
Dirinya baru mengetahui bahwa perusahaan sudah beroperasi saat desa Palasa Tangki Dijabat oleh Sunarti S.Sos selaku pejabat sementara Kades.
Sunarti S.Sos adalah pegawai kecamatan Palasa yang ditugaskan memimpin desa diantara waktu jelang Pilkades mendatang.
Pantauan media ini dilapangan, aktifitas tambang galian C milik PT. Tunggal Mandiri Jaya (TMJ) milik Hantje Yohanes selain merusak akses jalan desa juga menimbulkan polusi debu di sekitar pabrik gilingan batu pecah tersebut.
Ancaman penyakit infeksi pernapasan Akut (ISPA) membayang bayangi warga desa palasa tangki, selain itu lalu lalang armada proyek di akses jalan desa tanpa rambu rambu berpotensi menjadi penyebab kecelakan lalu lintas.
Aktifitas pengerukan badan sungai dan pemanfaatan bebatuan di sungai Palasa mengancam ekosistim disekitar bantaran sungai, apalagi letak Alat penggiling bebatuan berada tepat di sisi bantaran Sungai yang bermuara di Laut lepas Teluk Tomini.****
Penulis : Refoldi / Arif Ashari
Editor : Heru








