Poso, portalsulawesi.id– Akibat Curah Hujan yang intensitasnya meningkat di wilayah Poso secara terus menerus, beberapa wilayah di daerah ini terjadi banjir dan Debit air di Danau Poso meningkat.
Beberapa Akses Jalan di Pesisir Danau Poso tampak dipenuhi Air,desa desa disekitar Wilayah Kecamatan Pamona Puselemba,Pamona Selatan,Pamona Barat juga tampak Tergenang Air.
Salah satu yang terparah dan sangat Berdampak akibat Curah Hujan yang tinggi adalah meluapnya Air di sungai Koburo,Desa Toinasa Kecamatan Pamona Barat, Arus Sungai yang debitnya meningkat telah menggerus Jembatan Penghubung Jalur lingkar Pamona sehingga Terputus Total.

Kejadian ini terjadi Pada Kamis Malam (4/5)pukul 22.00 wita, Jembatan Koburo terputus oleh gerusan air bah dengan kondisi Oprit Jembatan Luluh lantak,terlihat lubang mengangga di antara jalan yang terputus dengan Sisa Badan jembatan.
Menurut Amos Mbano,masyarakat Desa Toinasa yang menjadi saksi pertama Putusnya Jembatan Koburo, Kamis malam saat Jembatan tersebut Putus terjadi Hujan lebat selama seharian yang menyebabkan debit air sungai meninggi.
Sungai Koburo Yang tahun 2016 dilakukan Normalisasi pun meluap,derasnya arus sungai menggerus peyangga dan Pondasi Jembatan (oprit),sehingga Jebol berantakan.akibatnya jalan lingkar danau Poso Toinasa-Pendolo terputus total.
“Arus sungai begitu Deras sehingga Pondasi jembatan digerus dan Roboh,masyarakat di desa Toinasa hanya membuat titian darurat agar dapat melintas, ada beberapa Kendaraan nyaris terpelosok kejembatan Putus itu “ Ujar Amos di lokasi putusnya Jembatan Koburo kepada portalsulawesi.id.
Kondisi saat ini ,Jembatan yang rusak Parah ini hanya diberi beberapa Batang Pohon yang dirangkai sebagai titian sementara pengganti jembatan,masyarakat sekitar Jembatan Gotongroyong mengatur pengguna Jalan yang akan melintas titian Darurat tersebut.
Tampak beberapa Tumpukan Besi Jembatan darurat telah dipersiapkan pemerintah,sampai saat ini Jembatan alternative belum di bangun oleh Pemerintah.***
Reporter : Marten Kartopare








