Pyongnyang, portalsulawesi.id – Korea Utara (Korut) ancam hujani mortir daratan Amerika Serikat (AS) dan Korut juga akan menghancurkan Kapal Induk AS jika AS main-main dengan Negara yang di Pimpin Diktator Muda Kim Jong-un ini.
Kantor berita resmi Korut KCNA memberitakan AS memicu perang jika tetap ngotot menggelar latihan perang dengan Korea Selatan (Korsel) di objek Vita Korut. Kini Korut tidak Main-main akan menghujani Nuklir AS jika AS tetap ngotot.
Lantas, Presiden AS Donal Trump langsung berbicara di Gedung Putih bahwa dia ingin bertemu dengan Kim Jong-un seperti dikutip Reuters, Trump membuka kemungkinan rencananya untuk bertemu dengan Jong-un, pemimpin tertinggi negara paling terisolasi itu. Trump mengaku merasa “terhormat” jika dirinya bisa bertemu dengan diktaktor muda tersebut.
“Jika ada kesempatan bertemu dengannya, saya akan sangat merasa terhormat untuk melakukannya. Dalam kesempatan yang tepat, saya akan bertemu dengannya,” ujar Trump dalam wawancara dengan Bloomberg News, Senin (1/5/2017).
Walaupun begitu, Gedung Putih belum membeberkan rencana pasti pertemuan bersejarah kedua pemimpin negara yang saling bermusuhan ini. Juru bicara Gedung Putih, Sean Spicer, menuturkan pertemuan ini tidak akan terjadi dalam waktu dekat karena Pyongyang perlu memenuhi sejumlah persyaratan sebelum menggelar pertemuan.
“Jelas, kondisi saat ini belum memungkinkan. Saya tak melihat [pertemuan] ini akan terjadi dalam waktu dekat,” tutur Spicer.
Situasi di Semenanjung Korea kian memanas sejak awal 2017 lalu. Korut terus menjadi sorotan setelah pada awal tahun baru lalu, pemimpin tertinggi mereka, Kim Jong-un, memerintahkan penguatan program rudal balistik antarbenua (ICBM) negaranya.
Sepanjang tahun ini, Korut pun sudah meluncurkan sejumlah uji coba rudal, dua di antaranya mencapai perairan di dekat wilayah Jepang.
Korut kembali menguji coba sistem rudalnya pada Minggu (16/4) meski berakhir gagal. Peluncuran rudal ini dilakukan sehari setelah Pyongyang menggelar parade militer besar-besaran dengan menampilkan hampir 60 rudal balistik ICBM, di hari ulang tahun ke-105 Kim Il-Sung, pendiri negara terisolasi itu.
Merespons tindakan agresif Pyongyang, Washington pun akhirnya mengerahkan kapal induk USS Carl Vinson ke dekat perairan Korut. Kapal induk itu membawa sedikitnya 60 pesawat tempur dan ribuan pasukan angkatan laut AS.
Sebuah kapal selam pembawa peluru kendali milik AS, USS Michigan, pun telah berlabuh di Busan, Korsel, sejak Selasa (25/4) bersamaan dengan peringatan hari jadi militer Korut.
source: reutres








