Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Tugu Nol Kilometer ,Ikon Baru Kebanggaan Masyarakat Kota Palu

Tugu Nol Kilometer Kota Palu (foto:Heru)

Palu,portalsulawesi.id– Peresmian Tugu Nol Kota Palu yang terletak di Bundaran Utama Kompleks Pertokoan Hasanuddin Kota Palu ditandai dengan Penekanan Tombol Lampu Tugu Nol oleh Walikota Palu,Drs Hidayat M.S.i bersama Wakil Walikota Palu,Sigit Purnomo said, Rabu Malam (10/7/2019).

Tugu yang dibangun dengan Anggaran Rp.2 Milyar tersebut awalnya direncanakan diresmikan di akhir Tahun 2018 silam,sayangnya Proyek pembangunan Tugu yang berbentuk simpul tersebut terhenti saat bencana alam Gempabumi,Likuifaksi dan Tsunami melanda Palu,28 September 2018 Silam.

Tugu Nol kilometer ini diharapkan merupakan ikon baru Kota Palu, setelah Jembatan Palu IV yang pernah menjadi ikon roboh akibat hantaman tsunami.

Menurut Walikota Palu Hidayat, pembangunan Tugu Nol kilometer ini menggunakan lima simbol yang ada dalam kehidupan manusia.

“Tugu ini merupakan salah satu tempat baru untuk berswafoto baik warga lokal maupun wisatawan yang berkunjung ke Palu,” kata Hidayat.

Hidayat juga berharap ke depan akan menambah monumen seperti ini untuk menjadi ikon Kota Palu.

Tugu ini memang diberi nama Tugu Nol Kilometer. Namun sejumlah pihak menyebutnya ‘Tugu Sambulu’. Pemerintah Kota Palu sendiri menyebut arti ‘Sambulu’ adalah dulang pembuka pembicara saat melakukan kegiatan Adat istiadat.

Sambulu, dianggap sangat penting ada di dalam suatu ritual adat budaya Kaili, karena memiliki makna yang sangat dalam. Sebab, di dalam Sambulu tersebut, ada bahan utama dalam proses ritual adat budaya Kaili berupa, buah pinang, gambir, sirih, Kapur sirih dan juga tembakau.

Tanpa adanya dulang pembuka pembicara tersebut, suatu ritual adat di Tanah Kaili, tidak akan dijalankan atau dilanjutkan. Karena, syarat utama yang harus ada dalam suatu ritual itu, adalah Sambulu. Sehingga, filosofi dari Sambulu, dianggap sangat dalam dan kuat.

Ada empat hal mendasar dari pembangunan Tugu Sambulu ini yang perlu diketahui. Pertama, pada pondasi bawah, terdapat dulang raksasa yang berdiameter delapan. Ini merupakan tempat untuk menaruh makanan, saat kegiatan adat menyambut tamu yang datang berkunjung ke dalam Kota Palu.

Kedua, tiang utama yang terdapat 35 besi penghubung. Ini bermakna, jumlah semua provinsi yang berada di Indonesia. Semua provinsi tersebut, merupakan satu kesatuan Indonesia, yang tanpa memandang suku ras dan agama.

Ketiga, puncak tugu terdapat mutiara besar yang bermakna, kota bercahaya yang dilihat dari ketinggian. Yang terakhir, pilar penyangga tiang utama yang mewakili UUD 1945, Pancasila, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Tugu Sambulu dibangun dengan tinggi 17 Meter. Itu mengartikan, hari ulang tahun Kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Dengan struktur berbentuk dulang yang terbuat dari tembaga, tugu ini juga memiliki kolam yang berbentuk segi tiga yang mengikuti jalur kendaraan yang melintas wilayah tersebut. Penambahan elemen air ini, tambah memberikan kesan sejuk di area Tugu Sambulu Gana.

Selain itu, di depan tugu, terapat tulisan berbahasa Kaili “Masintuvu Kita Maroso, Morambanga Kita Marisi”, yang mempunyai arti “Bersama Kita Kuat, Bersama Kita Kokoh”. ***

Penulis :Heru