M0orut,portalsulawesi.id- Setelah lama Polemik siapa yang akan menjabat sebagai Ketua DPRD Morut,akhirnya Golkar menetapkan Hj.Megawati selaku ketua DPRD Morut,Kepastian terkait hal ini diputuskan partai usai surat keputusan Partai Golkar yang ditanda tangani pelaksana tugas (Plt) ketua DPD Partai Golkar Morut,H.Zainal Abidin Ishak,ST ditembuskan ke Sekertariat DPRD Morut.
Keputusan pimpinan Golkar tersebut bernomor 047/Golkar/Morut/X/2019 tertanggal 28 Oktober 2019.
Surat keputusan tersebut kemudian dibacakan oleh Plt. Sekretaris DPRD Morut, Mislihaty A. Poea, dalam Sidang Paripurna DPRD Morut di Kolonodale, Selasa siang (26/11/2019) dengan pimpinan Sidang Wakil Ketua I, H. Idham Ibrahim.
Dalam surat DPD Golkar Morut tersebut dilampirkan pula rekomendasi DPP Golkar yang menunjuk H. Megawati Ambo Assa selaku Ketua DPRD Morut periode 2019-2024.
Sesuai mekanisme yang berlaku, pengusulan nama ketua DPRD tersebut akan disampaikan kepada Bupati Morut untuk seterusnya diteruskan kepada gubernur sebagai wakil pemerintah pusat paling lambat 14 hari terhitung sejak diterimanya keputusan DPRD disertai dengan berita acara rapat paripurna tersebut.
Plt. Ketua DPD Golkar Morut, H. Zainal Abidin Ishak, ST yang ditemui di Kolonodale, Rabu (27/11/2019) mengharapkan agar penetapan Ketua DPRD Morut tersebut segera ditindaklanjuti.
Menurutnya, urusan intern Golkar sudah selesai dengan dikeluarkannya Surat Keputusan DPD Partai Golkar Sulteng tentang Perombakan Kepengurusan Golkar Morut.
“Begitu menerima mandat sebagai Plt Ketua Golkar Morut, kami langsung bergerak untuk menyelesaikan masalah penentuan kursi Ketua DPRD. Sebenarnya masalahnya sederhana kalau tidak ada kepentingan orang-orang tertentu,” tegas Zainal.
Ia menambahkan, Bupati Morut wajib menindaklanjuti surat dari DPRD tersebut sehingga pelantikan Megawati sebagai Ketua DPRD Morut segera dilaksanakan. Namun, jika bupati tetap menolak, maka sesuai ketentuan perundangan yang berlaku, gubernur dapat mengambilalih masalah tersebut.
Menurut Zainal, selain masalah terkatung-katungnya penetapan Ketua DPRD Morut dari Golkar tersebut, pihaknya juga secepatnya melakukan konsolidasi internal, terutama menghadapi Pilkada Morut 2020 mendatang.
“Banyak tugas kami untuk memperbaiki citra Golkar di daerah ini. Kekisruhan selama ini bukan karena kebijakan partai tapi ulah oknum tertentu,” tegas Zainal yang juga menjabat Wakil Ketua DPD Golkar Sulteng Bidang Pemenangan Wilayah Morut.
Seperti diketahui, Kursi Ketua DPRD Morut sampai saat ini masih tetap kosong. Hal itu akibat Partai Golkar selaku pemenang pemilu legislatif di Morut dililit masalah internal.
Masalah internal tersebut terkait tarik menarik siapa yang akan menduduki kursi Ketua DPRD. Ketua Golkar Morut Aptripel Tumimomor tak mengakui keputusan DPP Golkar yang menetapkan Hj. Megawati Ambo Assa untuk menduduki kursi Ketua DPRD tersebut. Ia lebih setuju kalau posisi itu diisi Warda dg. Mamala.
DPP Partai Golkar sendiri memutuskan nama Hj. Megawati Ambo Asa, S.IP sesuai usulan dari bawah. Nama tersebut dipilih oleh DPP dari empat nama yang diusulkan pengurus DPD Golkar Morut yakni H. Abudin Halilu, SH, Hj. Megawati Ambo Assa, S.IP, Warda Dg. Mamala, SE dan Yaristan Palesa, SH.
Atas usulan tersebut, DPP Golkar kemudian menyurati Ketua DPD Golkar Sulteng dengan surat bernomor R-1128/GOLKAR/IX/2019 tertanggal 16 September 2019. Surat yang tembusannya disampaikan pula ke DPD Golkar Morut itu intinya menunjuk Hj. Megawati sebagai calon pimpinan DPRD Morut.
“Menginstruksikan kepada DPD Partai Golkar Kabupaten Morowali Utara melalui DPD Partai Golkar Sulawesi Tengah untuk segera menindaklanjuti proses penetapan pimpinan DPRD kabupaten Morowali Utara dimaksud” demikian isi surat DPP Golkar tersebut.
Ternyata hingga pelantikan pimpinan DPRD Morut hari Senin 7 Oktober 2019, rekomendasi dari DPP Golkar tersebut tidak diproses karena tidak diakui Ketua DPD Golkar Morut Aptripel Tumimomor.
Akibatnya pelantikan dan pengukuhan pimpinan DPRD Morut yang dilakukan Ketua Pengadilan Negeri Poso hanya melantik dua wakil ketua yakni H. Idham Ibrahim (Nasdem) dan H. Safri (PKB). Sedangkan kursi ketua sampai saat ini masih kosong.
Akibat kisruh internal Golkar tersebut, pimpinan Golkar Provinsi Sulteng akhirnya mencopot Aptripel Tumimomor dari kursi Ketua DPD Golkar Morut dan menunjuk H. Zainal Abidin Ishak selaku pelaksana tugas.
Zainal Abidin merupakan politisi senior Golkar. Ia pernah menjabat Ketua DPRD Morowali dan saat ini tercatat sebagai anggota DPRD Sulawesi tengah.***
Penulis : Rudini








