Donggala, portalsulawesi.id – Warga Desa Pangalasiang, Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah butuh jembatan penghubung antar dusun, agar warga tidak menggunakan perahu sebagai sarana mobilitas utama.
Jika tidak ada jembatan, terpaksa warga harus menggunakan perahu sebagai moda transportasi laut menuju Pangalasiang darat dari Pangalasiang pulau seberang.
Sangat ironis, kondisi ini telah terjadi sejak lama namun tidak kunjung ada perhatian pemerintah Donggala. Bahkan pasien melahirkan, mayat, dan orang sakit pun terpaksa dievakuasi gunakan perahu menuju Puskesmas di ibukota Kecamatan.
Baru-baru ini seorang ibu melahirkan terpaksa dievakuasi menggunaka perahu kecil dari sepulang dari Puskesmas Desa Balukang, Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala setelah melahirkan anaknya.
“Dulu sudah ada rencana pembangunan jembatan tapi tidak jadi,” kata Sam warga setempat belum lama ini.
Desa yang terletak di pelosok Donggala Bagian Utara itu memang memiliki dusun yang terpisah-pisah oleh lautan, ada dua pulau dalam satu desa yang berpenghuni di wilayah ini. Belum begitu disentuh pemerintah soal sarana dan prasarana.
Camat Sojol, Salihu dihubungi untuk dimintai tanggapannya mengatakan semua harus bersabar dan dia bersama bupati dan pihak terkait tidak menutup mata soal desa itu.
Reporter: Tim portalsulawesi.id








