Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Karatan dan Terbengkalai,Puluhan Tiang Listrik Proyek Lisdes Milik PLN di Pesisir Pantai Desa Lebiti

Togean,portalsulawesi.id– Keberadaan puluhan tiang listrik milik Kontraktor pelaksana proyek listrik masuk desa di kecamatan Togean mulai dikeluhkan warga,keberadaanya di pesisir laut Desa Lebiti sangat menggangu aktifitas nelayan diibukota kecamatan Togean tersebut.

Tiang listrik tersebut rencananya akan dipergunakan untuk keperluan perluasan jaringan Listrik oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN), jaringan listrik desa tersebut akan membentang dari Kecamatan Wakai hingga Kecamatan Lebiti.

Sedikitnya ada 6 Desa yang ditargetkan akan dialiri listrik tersebut,sayangnya proyek yang kontrak pelaksanaanya pada Desember tahun 2018 hingga saat ini masih mangkrak.

Robert Weku,selaku Manager Unit Pelaksana Proyek Kelistrikan (UP2K) Sulawesi tengah mengakui jika tumpukan tiang listrik didesa Lebiti itu adalah salah satu sarana untuk proyek listrik masuk Desa di Kecamatan Togean,dirinya mengaku baru tahu jika tiang tiang tersebut ditumpuk di pantai desa Lebiti.

“Saya baru tau jika tiang listrik itu ditumpuk dipinggir laut itu,saya sudah hubungi Vendornya untuk segera melaksanakan proyek sesuai kontrak ” ujar Robert Weku melalui sambungan Telepon kepada portalsulawesi.

Pantauan media ini,puluhan batang tiang listrik besi dibiarkan menumpuk di sekitar dermaga desa Lebiti,keberadaan tiang listrik tersebut mengundang tanya warga di kepulauan Togean.

Pasalnya,sudah hampir setengah tahun tumpukan tiang besi tersebut dibiarkan terendam air laut,bahkan banyak nelayan disekitar desa Lebiti yang mengeluh karena mengganggu tambatan perahu warga.

“Keberadaan tiang listrik didermaga lebiti itu sangat menggangu aktifitas warga khususnya nelayan,karena perahu mereka kesulitan tempat tambatan “ujar Rafiq,salah satu tokoh pemuda desa lebiti kepada media ini.

Kepada pemerintah khususnya Pihak PLN, rafiq berharap dapat memperhatikan keberadaan tiang listrik tersebut, karena jika terus dibiarkan terendam air laut bisa dipastikan akan berkarat dan keropos.

“Tiang besi direndam di air laut .pasti berkarat dan keropos,nanti begitu dipasang akan cepat patah ,PLN kurang peka dalam melakukan pengawasan terhadap proyek ini ” tegasnya.

Sementara itu,Dudi,selaku Pihak Vendor yang melaksanakan Proyek tersebut kepada portalsulawesi mengaku kesulitan akses jalan menuju desa urulepe dan sampobae kecamatan togean untuk mengangkut tiang listrik tersebut

” kami terkendala akses jalan menuju desa urulepe. Tapi minggu depan ini kita sudah mulai mobilisasi ke desa urulepe dan sampabae tersebut pak” jawabnya mewakili PT Perdana Satria Luwuk selaku pemenang tender melalui pesan singkat di WhastApp.***

Penulis : Tim Portalsulawesi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *