Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

30 Ribu Anak Korban Bencana Alam Pasigala Akan Ditangani Unicef

Kepala Unit Perlndungan Anak Unicef Amanda saat bertemu dan bersilaturahmi dengan Walikota Palu,Drs Hidayat M.S.I ,Kamis (16/05/2018) diruang kerja Walikota Palu.(Dok.Humaspro Setda Kota Palu)

Palu,portalsulawesi.id –Anak anak Korban bencana alam Gempabumi,Tsunami dan Likuefaksi di Palu,Sigi,dan Donggala (Pasigala) akan mendapatkan bantuan dari Badan PBB untuk Anak dan Pendidikan (Unicef).

Penegasan akan hal ini disampaikan oleh  Kepala Unit Perlndungan Anak Unicef Amanda saat bertemu dan bersilaturahmi dengan Walikota Palu,Kamis (16/05/2018) diruang kerja Walikota Palu.

Amanda selaku perwakilan Unicef mengatakan program ini merupakan bentuk respons dan komitmen Unicef bagi warga korban bencana gempa bumi dan tsunami. Unicef akan membantu program kembali ke sekolah, air bersih serta gizi. Program ini juga akan membantu menghilangkan stres bagi anak serta dokumen kelahiran anak.

“Ini bentuk respons darurat dan komitmen Unicef bagi anak-anak dan keluarga korban bencana gempabumi dan tsunami,” kata Amanda di Kantor Walikota Palu, Kamis, 16 Mei 2019.

Bentuk program yang diberikan Unicef adalah pengurangan tingkat stress dan pengurusan dokumen bagi anak.

“Unicef akan bantu 20 ribu akan untuk pengurangan stress terhadap kondisi yang mereka alami saat bencana dan bantuan bagi 10 ribu anak untuk dokumen seperti akta kelahiran anak,” kata Amanda.

“Kami juga sekaligus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Palu tentang program yang akan dilaksanakan kedepan,” ujar Ibu Amanda.

Ibu Amanda menyebutkan, salah satu program yang telah dilaksanakan Unit Perlindungan Anak UNICEF Indonesia yaitu memberi pendampingan Psikososial melalui pekerja sosial yang bekerja sama dengan Kementerian Sosial di 29 SMP dan SMA serta 31 Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) se-kota Palu.

Dalam pertemuan tersebut,Walikota Palu Hidayat mengucapkan terima kasih atas respons dan dukungan dari Unicef khususnya bagi anak-anak.

“Saat ini masih ada enam ribuan korban bencana yang masih bertahan di tenda-tenda. Kondisinya memprihatinkan terutama pemenuhan logistik, kesehatan dan pendidikan,” kata Hidayat.

“Kalau mereka masih di pengungsian, sangat riskan kehidupan mereka, apalagi perempuan dan anak. Jadi saya kira ini yang perlu sama-sama kita perjuangkan kepada Pemerintah Pusat,” ujar Wali kota dihadapan rombongan UNICEF Indonesia.

Turut mendampingi Wali kota dalam kesempatan tersebut yaitu Kepala Dinas Sosial kota Palu, Agus Munandar, Kepala Bappeda kota Palu,  Arfan, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak kota Palu, Ibu Irmayanti Pettalolo, dan Kepala Dinas Kesehatan kota Palu, dr. Husaema.

Program ini sampai 2020 dan akan dievaluasi lagi untuk kelanjutannya.***

Penulis : Afdal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *