Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

“ Kongkalikong “ Bantuan Bibit Kedelai Di Parimo 2018

Ilustrasi Kedelai (Istimewa)

Parimo, portalsulawesi.id- Lagi lagi bantuan pemerintah menjadi buah bibir oleh masyarakat ,program bantuan bibit Kedelai tahun 2018 di kabupaten parigi moutong tahun 2018 disinyalir banyak penyimpangan.

Pasalnya,program pengadaan bibit kedelai yang digelontorkan   lewat Dinas Tanaman Pangan,Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Parimo kenyataannya selain tidak dapat tumbuh saat ditanam juga dijual ke pabrik tahu akibat benih kedelai tersebut gagal tanam.

Parahnya lagi,DTPHP Kabupaten Parimo melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan,Nur Hidayah Rahma, Kabupaten Parimo menolak untuk memberikan informasi terkait anggaran maupun jumlah kelompok penerima benih kedelai tersebut.

“Kami tidak bisa memberikan data kelompok tani penerima bantuan benih kedelai tahun 2018 silam,” kelitnya,seperti dikutip dari gemasulawesi.com,senin (25/03/2019).

Nur hidayah Rahma selaku kabid tanaman pangan hanya memberikan informasi terkait luasan lahan yang ditanami kedelai tahun 2018 yakni seluas 1000 hektar,sayangnya terkait informasi jumlah kelompok penerima dan titik sebar penerima bantuan dirinya memilih bungkam.

“Pengadaan benih kedelai tersebut merupakan kewenangan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulteng, mengenai besaran anggaran sebaiknya tanyakan langsung di Kepala dinas,” kilahnya.

Berdasarkan hasil penelusuran dilapangan, para petani yang menerima bantuan bibit kedelai tersebut mengakui jika bibit yang didatangkan oleh fihak Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Propinsi tidak dapat tumbuh dikarenakan diduga kuat bukan bibit (Varitas) unggulan.

Parahnya, di areal lahan penerima bantuan benih kedelai, terkuak fakta DTPHP Parimo terkesan asal tunjuk kelompok tani penerima bantuan,bahkan ditemukan sejumlah kejanggalan terkait pengadaan benih dimaksud, ada kelompok yang beranggotakan dari desa lain.

Selain itu ada juga kelompok yang mengaku benih kedelai bantuan tersebut sama sekali tidak tumbuh saat ditanam,hal ini berlaku hampir disemua kelompok penerima bantuan tahun 2018.

“Karena gagal tanam, pihak Dinas melalui UPTD menarik benih tersebut, dengan alasan akan diganti dengan benih baru. Tapi faktanya hingga tahun 2019 tidak pernah muncul benih penggantinya,” ungkap salah seorang petani yang minta namanya tidak disebutkan.

Parahnya, ada sejumlah bantuan benih kedelai akibat gagal tanam dijual oleh kelompok tani ke pabrik tahu, bahkan ada UPTD terlibat langsung menjual bibit itu kepada pabrik tahu.

“Saya tidak tahu menahu secara pasti bagaimana prosedurnya, karena tugas saya hanya menerima bantuan pak, uangnya cari langsung dipegang oleh kepala UPTD dan Ketua kelompok,” tuturnya.***

Sumber : Gemasulawesi.com /tulisan ini telah tayang di gemasulawesi.com dengan judul : Dugaan Korupsi Pengadaan Benih Kedelai di Parimo Menguat

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *