Touna,portalsulawesi.id- Aksi Pungutan liar berdalih pembeli materai untuk program bedah rumah kumuh di beberapa desa di Kecamatan Togean dan sekitarnya mulai mencuat dipermukaan,warga yang terlanjur menyetor “Uang materai” mulai menagih kembali uangnya dikarenakan program yang dijanjikan tak kunjung turun.
Selain Bapak Mengkel dari dusun Panabali dan Ito asal Dusun Melan Desa Tongkabo,ada juga Pudin asal desa Lebiti yang membenarkan aksi pungut uang untuk proses bedah rumah kumuh dikecamatan Togean tersebut,bahkan Pudin lebih “keras” menyoroti kasus ini dengan menyebutkan oknum yang diduga kuat melakukan kegiatan tersebut.
Menurut sumber,Aksi pungut uang Materei untuk bedah rumah kumuh dilakukan oleh sekelompok orang yang menjadi simpatisan dan juga pengurus ranting Partai Nasdem di Kepulauan Togean,bahkan mereka yang diduga melakukan kegiatan tersebut merupakan kelompok pendukung salah satu legislator Nasdem asal Kepulauan Togean yang saat ini duduk di DPRD Touna.
Secara terang terangan,Pudin mengatakan jika yang melakukan aksi pungut uang Materei tersebut dilakukan oleh simpatisan Oknum DPRD Touna berinisial “JF”,posisi “JF” selaku Wakil Ketua di DPRD Touna dianggap sebagai jaminan akan program tersebut pasti terealisasi.
Seperti dikatakan sumber,dirinya dan masyarakat kepulauan diwilayah Togean,Walea,Wabes,Batudaka dan Unauna percaya jika wakil mereka yang duduk dilegislative akan serius mengurusi nasib mereka,termasuk memperjuangkan pembangunan rumah kumuh dikawasan pesisir kepulauan.
Sayangnya,harapan itu semakin pupus kala masyarakat mulai jenuh dengan janji janji Politik terkait bedah rumah kumuh tidak pernah ada kejelasan,bahkan uang setoran pembeli materaipun lenyap entah kemana.
“mereka yang memungut uang materai untuk bedah rumah adalah orang orangnya Jafar,mereka pengurus partai nasdem dikepulauan ini” ujar papa ita,salah seorang warga baulu yang turut memberikan dana Rp.25.000 untuk mendapatkan program bedah rumahnya.
Masyarakat di kepulauan Togean bahkan pernah menagih uang mereka kepada Bupati Touna,Muhammad Lahay beberapa waktu lalu saat berkunjung ke salah satu desa di Kepulauan.
Menurut warga,bupati Touna bahkan tidak bisa memberikan solusi akan hal ini.
“Torang (Kami,red) sudah pernah menagih uang kami ke bupati,torang bilang eh pak bupati,kase pulang uangnya torang kasian,uang so dikase bedah rumah tidak ada “ ujar kelompok ibu ibu di dusun Panabali desa Tongkabo saat ditemui portalsulawesi,
kabarnya,masyarakat berani menyetor dana kepada pengurus Ranting DPC Togean dikarenakan kapasitas Jafar M.amin selaku Wakil ketua DPRD Touna.
Dari penelusuran media ini,Program bedah rumah kumuh di Kabupaten Touna memang pernah santer terdengar gaungnya,kabarnya program rehabilitasi rumah tak layak huni milik masyarakat miskin ini menjadi program usulan salah satu Partai Politik.
Sayangnya,sejak digaungkan tahun 2016,hanya beberapa rumah saja yang sempat mendapatkan program bedah rumah kumuh ini,selebihnya menunggu daftar berikutnya.
“ya,program ini memang pernah ada tahun 2016 silam,Cuma ndak lanjut karena tidak ada sumber anggaran dari pusat “ ungkap Jafar M.Amin kepada redaksi portalsulawesi via telepon genggamnya.
Sayangnya,legislator Nasdem asal kepulauan ini santer disebut warga sebagai inisiator Pungutan dana bedah rumah tersebut,saat dikonfirmasi terkait hal ini .
Politisi Nasdem ini berusaha berkelit dengan mengatakan akan mengecek informasi tersebut kelapangan.
Melalui telepon selulernya Politisi yang menduduki Jabatan sebagai Wakil Ketua DPRD Touna ini meminta untuk tidak membesar besarkan permasalahan Pungli bedah rumah kumuh tersebut.
“nanti saya cek ulang informasi ini dilapangan,komiu atur baeknya bagaimana “ ujar Jafar M.Amin melalui sambungan Telepon Seluler ke redaksi Portalsulawesi.***
Laporan : TIM Portalsulawesi








